kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Lebaran, kebutuhan elpiji di Jakarta turun 10%


Kamis, 19 Agustus 2010 / 17:03 WIB


Reporter: Adi Wikanto



JAKARTA. Pada saat Lebaran bulan September 2010 mendatang, PT Pertamina Gasdom Regional II Jawa Bagian Barat memperkirakan kebutuhan gas elpiji 3 kilogram (kg) di sekitar Jakarta diperkirakan akan menyusut 10% dibandingkan hari biasa.

Bisa dihitung, penurunan tersebut terjadi lantaran banyak warga Jakarta yang pulang kampung untuk merayakan hari raya. Otomatis, penggunaan elpiji juga berkurang. "Paling tidak ini akan berlangsung sejak H-2 hingga H+2," kata Mochamad Toriq, Kepala Operasional PT Pertamina Gasdom Regional II Jawa Bagian Barat saat kunjungan kerja bersama tim advokasi ledakan tabung gas Fraksi PKS DPR, Kamis (19/8).

Toriq mencatat, , PT Pertamina Gasdom Regional II Jawa Bagian Barat menyalurkan 600 metrik ton (mt) per hari untuk wilayah Jakarta. Jumlah tersebut setara dengan 200 gas elpiji ukuran 3 kg.

Pada saat yang bersamaan, kebutuhan gas elpiji di daerah-daerah akan mengalami lonjakan; terutama daerah yang menjadi tujuan pemudik, seperti Jawa Tengah. "Daerah tersebut akan membutuhkan gas 10% lebih banyak dari hari biasa," terang Toriq.

Tapi, meski daerah-daerah mengalami peningkatan kebutuhan, Toriq menjamin pasokan akan aman. "Nanti tidak ada gas elpiji langka," kata Toriq.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×