kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.803   -27,00   -0,16%
  • IDX 8.260   127,92   1,57%
  • KOMPAS100 1.168   22,26   1,94%
  • LQ45 840   10,28   1,24%
  • ISSI 294   6,07   2,10%
  • IDX30 435   4,41   1,02%
  • IDXHIDIV20 519   0,72   0,14%
  • IDX80 130   2,27   1,77%
  • IDXV30 142   0,98   0,69%
  • IDXQ30 141   0,28   0,20%

Lebaran, kebutuhan elpiji di Jakarta turun 10%


Kamis, 19 Agustus 2010 / 17:03 WIB
Lebaran, kebutuhan elpiji di Jakarta turun 10%


Reporter: Adi Wikanto |



JAKARTA. Pada saat Lebaran bulan September 2010 mendatang, PT Pertamina Gasdom Regional II Jawa Bagian Barat memperkirakan kebutuhan gas elpiji 3 kilogram (kg) di sekitar Jakarta diperkirakan akan menyusut 10% dibandingkan hari biasa.

Bisa dihitung, penurunan tersebut terjadi lantaran banyak warga Jakarta yang pulang kampung untuk merayakan hari raya. Otomatis, penggunaan elpiji juga berkurang. "Paling tidak ini akan berlangsung sejak H-2 hingga H+2," kata Mochamad Toriq, Kepala Operasional PT Pertamina Gasdom Regional II Jawa Bagian Barat saat kunjungan kerja bersama tim advokasi ledakan tabung gas Fraksi PKS DPR, Kamis (19/8).

Toriq mencatat, , PT Pertamina Gasdom Regional II Jawa Bagian Barat menyalurkan 600 metrik ton (mt) per hari untuk wilayah Jakarta. Jumlah tersebut setara dengan 200 gas elpiji ukuran 3 kg.

Pada saat yang bersamaan, kebutuhan gas elpiji di daerah-daerah akan mengalami lonjakan; terutama daerah yang menjadi tujuan pemudik, seperti Jawa Tengah. "Daerah tersebut akan membutuhkan gas 10% lebih banyak dari hari biasa," terang Toriq.

Tapi, meski daerah-daerah mengalami peningkatan kebutuhan, Toriq menjamin pasokan akan aman. "Nanti tidak ada gas elpiji langka," kata Toriq.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×