kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Industri Karet Deli Operasikan PLTS 10 MWp


Rabu, 11 Februari 2026 / 13:35 WIB
Diperbarui Rabu, 11 Februari 2026 / 14:45 WIB
Industri Karet Deli Operasikan PLTS 10 MWp
ILUSTRASI. PT Industri Karet Deli (IKD) resmi meluncurkan Swallow Power Storm XP (DOK/PT Industri Karet Deli (IKD))


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Industri Karet Deli (IKD) mulai mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap berkapasitas 10 megawatt peak (MWp) di fasilitas produksinya di Medan. 

Langkah ini upaya IKD menekan konsumsi listrik berbasis fosil di tengah tekanan global terhadap industri manufaktur untuk menurunkan jejak karbon. PLTS yang rampung pada 2025 tersebut diproyeksikan menghasilkan 12–13 GWh listrik per tahun dan langsung digunakan untuk operasional pabrik. Perusahaan memperkirakan pengurangan emisi mencapai sekitar 10.000 ton CO₂ per tahun, berdasarkan faktor emisi sistem kelistrikan nasional.

Meski kontribusinya terhadap bauran energi perusahaan belum dirinci secara terbuka, kapasitas tersebut relatif signifikan dibanding daya terpasang IKD sebagai pelanggan PLN yang mencapai 22,86 MW. Artinya, PLTS atap ini berpotensi menyuplai sebagian kebutuhan listrik pabrik, namun tetap belum sepenuhnya menggantikan ketergantungan pada pasokan listrik konvensional.

Baca Juga: Menyasar Anak Muda, Industri Karet Deli Perkenalkan Produk Baru di IMOS 2025

IKD merupakan produsen ban dengan merek Swallow, Delium, dan Deli Tire yang bermain di segmen sepeda, sepeda motor, mobil hingga industri. Di tengah persaingan industri ban yang ketat dan tekanan biaya energi, investasi pada energi surya juga bisa dibaca sebagai langkah efisiensi jangka panjang, bukan semata inisiatif lingkungan.

Direktur IKD Darkiat Tjangnaka mengatakan, pemanfaatan PLTS atap ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan pasokan listrik dan efisiensi energi perusahaan. “Ke depan, manajemen membuka peluang penambahan kapasitas seiring kebutuhan produksi dan perkembangan teknologi,” katanya, dalam siaran pers, Rabu (11/2).

Selanjutnya: Diam-Diam Kinerja Saham NISP Lebih Moncer dari Emiten Bank Lainnya

Menarik Dibaca: Promo Alfamart Munggahan Fair 1-15 Februari 2026, Kebutuhan Dapur Diskon hingga 40%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×