kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Lebih Menguntungkan, Austindo Nusantara (ANJT) Fokus Jualan CPO di Pasar Domestik


Jumat, 09 Februari 2024 / 13:06 WIB
Lebih Menguntungkan, Austindo Nusantara (ANJT) Fokus Jualan CPO di Pasar Domestik
ILUSTRASI. PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) menyatakan untuk fokus menjual Crude Palm Oil (CPO) untuk pasar domestik di tahun 2024. REUTERS/Lim Huey Teng


Reporter: Rashif Usman | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) menyatakan fokus menjual Crude Palm Oil (CPO) untuk pasar domestik pada tahun 2024. 

Manajemen mengungkapkan, keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan potensi marjin yang lebih tinggi, karena biaya pengiriman yang lebih rendah dan mendapatkan tambahan harga premium untuk CPO bersertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Direktur Keuangan Austindo Nusantara Jaya, Nopri Pitoy mengatakan saat ini, ANJT telah terikat kontrak jangka panjang dengan perusahaan-perusahaan domestik untuk pemenuhan kebutuhan CPO.

"Sejak tahun 2022 kami fokus melakukan pemasaran produk CPO kami di pasar domestik," kata Nopri kepada Kontan, pekan lalu.

Baca Juga: Produksi TBS Ditargetkan Naik, Intip Rekomendasi Saham ANJT Berikut Ini

Selain itu, kebijakan-kebijakan pembatasan ekspor dari pemerintah juga menjadi salah satu faktor pertimbangan perseroan untuk tetap fokus ke pasar domestik.

Dalam catatan, ANJT telah memproduksi CPO sebesar 283,659 ton sepanjang tahun 2023 atau meningkat 2,8% jika dibandingkan tahun sebelumnya 275,769 ton. Produksi Tandan Buah Segar (TBS) pun juga meningkat sekitar 4,8% menjadi 881,051 ton di tahun ini, dari tahun sebelumnya tercatat 840,581 ton.

"Kami optimis produksi CPO pada 2024 akan lebih baik dibandingkan dengan 2023. Hal ini sejalan dengan peningkatan produksi TBS yang ditargetkan meningkat antara 5% sampai 6% jika dibandingkan produksi TBS di tahun sebelumnya," ucapnya.

 

Nopri menjelaskan, peningkatan produksi TBS tahun ini didorong oleh peningkatan produksi tanaman muda di perkebunan Papua Barat Daya dan tanaman muda hasil replanting di perkebunan Pulau Belitung dan Sumatera Utara I, serta tanaman prima di perkebunan Kalimantan Barat.

"Diharapkan dengan peningkatan produktivitas, ANJ dapat memaksimalkan laba dengan memanfaatkan harga yang diproyeksikan akan lebih tinggi pada tahun depan," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×