kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.012.000   68.000   2,31%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

PalmCo Genjot Produksi CPO dan Minyak Goreng


Minggu, 22 Februari 2026 / 22:03 WIB
PalmCo Genjot Produksi CPO dan Minyak Goreng
ILUSTRASI. Jaga Ketersediaan dan Stabilkan Harga Pangan Pokok Masyarakat, PTPN IV PalmCo Gelar Operasi Pasar (Dok/PTPN Group)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang Ramadan 2026, Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN IV PalmCo memastikan pasokan minyak goreng nasional dalam kondisi aman. Perusahaan menyiapkan langkah dari hulu hingga hilir untuk menjaga stabilitas harga saat konsumsi meningkat.

Direktur Utama PalmCo Jatmiko K. Santosa menyebut lonjakan permintaan menjelang Ramadan dan Idulfitri merupakan pola rutin. “Karena itu, peningkatan produksi telah dirancang sejak awal tahun, dengan stok bahan baku yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik,” kata dia dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).

Pada Januari 2026, produksi crude palm oil (CPO) melampaui 200.000 ton, di atas target bulanan. Memasuki Maret–April sebagai puncak konsumsi, PalmCo menargetkan produksi naik lebih dari 10,5% menjadi sekitar 225.940 ton pada April.

Langkah ini diharapkan menjaga ketersediaan pasokan dan meredam potensi kenaikan harga minyak goreng menjelang hari besar keagamaan.

Di sektor hilir, anak usaha PalmCo, PT Industri Nabati Lestari (INL), menaikkan target produksi minyak goreng ritel menjadi sekitar 4,2 juta liter pada Maret dan kembali ditingkatkan 7,6% menjadi lebih dari 4,55 juta liter pada April 2026.

Baca Juga: PTPN IV PalmCo Raup US$ 10,5 Juta dari Penjualan CPO Bersertifikasi RSPO

Pelaksana Tugas Direktur INL, Darwin Hasibuan, menyatakan seluruh kapasitas produksi kini difokuskan pada merek program pemerintah, Minyak Kita. Produksi sejumlah merek komersial internal sementara ditunda agar jalur distribusi dan kapasitas pabrik sepenuhnya mendukung ketersediaan Minyak Kita di pasar.

Langkah ini ditempuh untuk menjaga pasokan dan keterjangkauan harga di tingkat konsumen, mengingat Minyak Kita didistribusikan luas dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Di tengah peningkatan produksi, PalmCo memastikan standar keberlanjutan tetap terjaga. Dari 71 pabrik kelapa sawit yang dikelola, 67 pabrik (94,36%) telah bersertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), dan 68 pabrik (95,77%) mengantongi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Perusahaan juga memperkuat sistem keterlacakan bahan baku. Sejumlah unit, seperti PKS Rambutan, PKS Sei Mangkei, PKS Bah Jambi, dan PKS Pulu Raja, dijadikan proyek percontohan integrasi data kebun dan pabrik sehingga asal tandan buah segar (TBS) dapat ditelusuri hingga sumbernya.

Baca Juga: PalmCo Cetak ROA 7,9% Tahun 2025

Menurut Jatmiko, transparansi rantai pasok penting untuk menjaga kepercayaan publik, bukan hanya soal harga dan stok, tetapi juga kepastian bahwa minyak goreng berasal dari sumber yang lestari dan terlacak.

Menjelang Ramadan, pemerintah dan pelaku industri menghadapi tantangan menjaga keseimbangan pasokan dan stabilitas harga. Peningkatan produksi serta fokus distribusi pada minyak goreng bersubsidi diharapkan mampu meredam potensi gejolak di pasar domestik.

Selanjutnya: Perjanjian Perdagangan AS Dorong Penyimpangan dari Kebijakan Luar Negeri Bebas Aktif

Menarik Dibaca: Hujan Sangat Lebat di Provinsi Ini, Simak Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (23/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×