CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.985   40,00   0,22%
  • IDX 6.229   53,38   0,86%
  • KOMPAS100 823   9,19   1,13%
  • LQ45 630   8,12   1,30%
  • ISSI 214   1,93   0,91%
  • IDX30 356   4,71   1,34%
  • IDXHIDIV20 443   5,13   1,17%
  • IDX80 94   1,13   1,21%
  • IDXV30 119   1,16   0,99%
  • IDXQ30 115   1,40   1,24%

Lelang MRT fase II terapkan sistem LCB


Rabu, 08 Agustus 2018 / 17:47 WIB
ILUSTRASI. Akses stasiun MRT Jakarta


Reporter: Kiki Safitri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lelang MRT (Mass Rapid Transit) sudah dilakukan sejak 1 Agustus 2018 kemarin, sejauh ini lelang yang dilakukan adalah dengan menggunakan sistem Local Competitive Bidding (LCB) atau pendanaan dari luar negeri namun mengedepankan kontraktor-kontraktor lokal.

“Ini kan Local Competitive Bidding (LCB), jadi harus lebih ke dalam (dalam negeri),” kata Corporate Secretary PT MRT Jakarta Hikmat saat dikonfirmasi, Rabu (8/8).

Untuk pendanaan infrastruktur ini, dilakukan loan agreement dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Loan ini memiliki nilai Rp 26,6 triliun, namun Loan ini juga dibagi untuk pendanaan MRT tahap I, sebesar Rp 4,1 triliun.

Dalam kesempatan ini, Hikmat menjelaskan bahwa Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang masuk dalam lelang MRT Fase II ini tidak diatur secara spesifik.

Hal ini berarti bahan baku dan alat-alat tidak terikat hanya untuk dalam negeri saja. “Secara eksplisit TKDN memang tidak diatur dengan detail di pengadaan ini,” ungkap Hikmat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×