Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Len Industri (Persero) mengambil peran sebagai lead integrator pada aspek teknis dalam pengembangan Motor Listrik Nasional (MoLiNas). Len akan mengoordinasikan integrasi teknis, standardisasi, serta penyelarasan data kesiapan antar-mitra dalam ekosistem kendaraan listrik tersebut.
Dalam skema MoLiNas, pemerintah berperan memberikan arah kebijakan, sementara Danantara mengorkestrasi kolaborasi ekosistem. Adapun Len berfokus pada aspek integrasi teknis. Masing-masing mitra tetap bertanggung jawab atas produk, layanan, data, dan kinerjanya.
Direktur Utama Len Industri Joga Dharma Setiawan mengatakan, pengembangan kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada kemampuan memproduksi kendaraan. Menurut dia, keterhubungan antara kualitas, keselamatan, energi, pembiayaan, pemeliharaan, suku cadang hingga layanan purnajual juga menjadi faktor penting.
"Indonesia memiliki kapabilitas manufaktur, teknologi, energi, pembiayaan, dan pasar yang terus berkembang. Tantangannya adalah memastikan seluruh kapabilitas tersebut dapat bekerja sebagai satu ekosistem," kata Joga dalam siaran pers, Kamis (13/8).
Baca Juga: Prabowo Siapkan Stimulus EV, Subsidi Mobil Listrik hingga 40%
MoLiNas pada tahap awal menggandeng ALVA dan GESITS sebagai mitra strategis. Namun, komposisi tersebut belum bersifat final. Platform ini masih membuka peluang bagi produsen dan pelaku industri lain yang memenuhi persyaratan teknis, mutu, keselamatan, kesiapan industri, serta tata kelola yang ditetapkan.
Pengembangan MoLiNas mencakup berbagai sektor, mulai dari teknologi dan manufaktur, komponen, baterai, pembiayaan, infrastruktur energi, distribusi hingga layanan purnajual. Dengan demikian, platform ini tidak hanya berfokus pada produksi kendaraan, tetapi juga membangun rantai ekosistem kendaraan listrik secara lebih terintegrasi.
Dalam aspek teknis, Len akan menyelaraskan kebutuhan, antarmuka, data, pengujian, dan proses verifikasi antar-sistem. Langkah ini ditujukan untuk menjaga kompatibilitas, keselamatan, efisiensi, serta kemudahan pemeliharaan kendaraan listrik.
Len menegaskan, integrasi tidak berarti seluruh produk dan teknologi harus dibuat seragam. Perbedaan antarsistem tetap dimungkinkan selama dapat dikelola melalui standar, antarmuka, data, serta mekanisme verifikasi yang jelas.
Sementara itu, proses sertifikasi, homologasi, dan kelayakan produk tetap menjadi kewenangan regulator dan lembaga terkait. Produsen, perusahaan baterai, lembaga pembiayaan, operator infrastruktur, distributor, maupun penyedia layanan juga tetap menjalankan fungsi masing-masing.
Len juga akan memanfaatkan pengalaman pengembangan kendaraan listrik sebelumnya, termasuk SPRINT bersama sejumlah mitra industri. Kemitraan dengan pelaku industri lama maupun mitra baru tetap terbuka sepanjang memenuhi kriteria program.
Peluncuran MoLiNas menjadi tahap awal implementasi dan pembuktian ekosistem motor listrik nasional. Len selanjutnya akan menjalankan fungsi integrasi teknis, standardisasi, dan penyelarasan data kesiapan antar-mitra sesuai ruang lingkup yang ditetapkan.
Joga menilai, keberhasilan program pada akhirnya akan bergantung pada kejelasan pembagian tanggung jawab dan kemampuan setiap pihak menunjukkan hasil yang dapat dibuktikan.
Baca Juga: Purbaya Bocorkan Stimulus Baru, Mobil dan Motor Listrik Bakal Dapat Insentif
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
