kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Libur Lebaran usai, PLN hidupkan kembali pembangkit listrik di Pulau Jawa


Kamis, 21 Juni 2018 / 15:22 WIB
ILUSTRASI. Pembangkit listrik vital wilayah Jakarta


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN akan kembali mengoperasikan secara normal seluruh pembangkit listrik yang berada di Pulau Jawa pada pekan depan. Ini lantaran masa Libur Lebaran 2018 telah usai.

Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Roekman mengatakan mulai Rabu (21/6), PLN telah sudah mulai menghidupkan kembali pembangkit listrik yang sempat dimatikan (shutdown) pada masa libur Lebaran. Maklum saja, kebutuhan listrik dari PLN menurun selama masa libur Lebaran.

Hingga saat ini, Syofvi mengatakan sudah ada pembangkit listrik yang telah dihidupkan kembali oleh PLN. Total daya dari pembangkit yang telah dihidupkan kembali mencapai 5.000 Megawatt (MW) dari sekitar 7.000 MW pembangkit listrik yang sempat dimatikan.

"Hari ini udah mulai (dihidupkan). Mungkin tidak full 7.000 MW, tapi 5000-an MW pasti masuk," kata Syofvi, Kamis (21/6).

Menurut Syofvi, PLN menargetkan seluruh pembangkit yang sempat dimatikan sudah bisa beroperasi secara normal pada pekan depan. Ini dilakukan untuk menyesuaikan daya listrik dengan beban listrik yang akan kembali normal di kisaran 24.000 MW dengan mulai aktifnya lagi industri dan perkantoran.

"Minggu depan sudah harus normal. Minggu depan sudah masuk lagi. Per hari ini beban baru 18.000 MW, biasanya kita 24.000-an MW," ungkap Syofvi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×