kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Lion Air dan Garuda Indonesia siap jalin kerjasama fasilitas MRO


Jumat, 28 Juni 2019 / 18:36 WIB
Lion Air dan Garuda Indonesia siap jalin kerjasama fasilitas MRO


Reporter: Filemon Agung | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Lion Air Group melalui anak usahanya PT Batam Teknik yang mengelola fasilitas Maintenance, Repair & Overhaul (MRO) merencanakan kerjasama dengan fasilitas MRO milik PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

Kerjasama dibidang MRO ini akan menyasar perawatan komponen pesawat. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama Lion Air Group Edward Sirait ketika ditemui di Batam Aero Technic. "Kerjasama ini bukan antara maskapai tapi antara MRO yakni Garuda Maintenance Facilities dengan Batam Aero Technic," ujar  Edward, Kamis (27/6).

Lebih jauh Edward menjelaskan, GMF dan BAT juga merencanakan kerjasama lainnya seperti kapasitas hanggar dan fasilitas bengkel perawatan pesawat. Edward mengharapkan kedua MRO ini dapat menjadi pusat industri MRO tanah air. "Kami dapat saling melengkapi sehingga harapannya pesawat Garuda dan Lion maintenance bisa jadi satu," tandas Edward.

Masih menurut Edward, GMF dan BAT juga berencana menggandeng pabrikan ban asal Prancis, Michelin. Ketiga pihak merencanakan pembangunan pabrik ban pesawat. Kerjasama ini diklaim memberikan banyak dampak, salah satunya pada industri karet di tanah air.

"Produksi karet di Indonesia banyak, dengan begitu pun industri karet akan semakin memiliki kepastian pembeli," ujar Edward. Kerjasama ini juga diklaim sebagai langkah efisiensi, biaya angkut komponen serta akomodasi dapat dipangkas.

Edward menambahkan, sejauh ini pembicaraan telah mencapai tahapan finalisasi time frame. Adapun menurutnya jika kerjasama ini terjalin maka investasi yang dibutuhkan mencapai US$ 25 juta. "Bisa turun US$ 15 juta hingga US$ 20 juta apalagi melihat GMF sudah memiliki sejumlah fasilitas seperti pabrik, lahan, serta gudang pemyimpanan," tandas Edward.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×