kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.030   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.165   116,72   1,66%
  • KOMPAS100 990   18,37   1,89%
  • LQ45 728   11,95   1,67%
  • ISSI 255   3,90   1,55%
  • IDX30 394   5,94   1,53%
  • IDXHIDIV20 492   4,04   0,83%
  • IDX80 112   1,91   1,74%
  • IDXV30 136   0,32   0,24%
  • IDXQ30 128   1,71   1,35%

Lippo Karawaci (LPKR) berharap kebijakan insentif PPN properti diperpanjang


Jumat, 03 Desember 2021 / 18:13 WIB
ILUSTRASI. Chief Executive Officer PT Lippo Karawaci (LPKR), John Riady turut mendukung upaya BI untuk dilanjutkan hingga akhir tahun 2022.


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mengusulkan kepada pemerintah agar kebijakanv(PPN) ditanggung pemerintah (DTP) bisa dilanjutkan hingga akhir 2022 mendatang.

Menanggapi itu, Chief Executive Officer PT Lippo Karawaci (LPKR), John Riady turut mendukung upaya BI untuk dilanjutkan hingga akhir tahun 2022. 

“Industri tentu saja menyambut baik usul Bank Indonesia kepada Pemerintah untuk memperpanjang kebijakan insentif PPN Properti berupa uang muka 0% PPN Properti, karena terbukti membuat penjualan hunian meningkat signifikan,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima Kontan.co.id, Jumat (3/12). 

Menurut John, berkat adanya insentif PPN Properti, industri properti nasional yang sebelumnya diprediksi lesu justru memiliki prospek yang cukup cerah untuk memetik pertumbuhan berkesinambungan.

Baca Juga: Prospek properti kian cerah, Lippo Karawaci masih punya land bank 2.000 ha

Menurutnya industri masih harus bersinergi dengan banyak pihak seperti pemerintah dengan harapan pemerintah masih akan menanggung insentif uang muka 0% PPN properti. 

Dia menyampaikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan sepanjang kuartal II-2021 sektor properti mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,82%. Angka tersebut menjadi kontribusi sektor properti terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di periode ini yang mencapai 7,07%.

Senada  Sekjen DPP REI, Amran Nukman, mengatakan insentif PPN DTP sejak Maret hingga akhir Desember tahun ini sangat berdampak besar pada penjualan properti para pengembang. 

Baca Juga: Moody's naikkan rating Lippo Karawaci (LPKR) dari stabil menjadi positif

Tercatat para pengembang yang memiliki hunian ready stock bisa mendorong peningkatan penjualan 30%-50% dari stimulus PPN,” ujarnya. 

Dia berharap dengan perpanjangan insentif, Pengembang yang punya stok rumah masih bisa memanfaatkan insentif ini.  “Kalau pengembang tidak ada stok rumah memang sulit untuk mengejar pelunasan dan serah terima di akhir Desember ini agar dapat memanfaatkan insentif PPN," tutup Amran. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×