kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.798.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.819   62,00   0,35%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Kementerian ESDM Kebut Persiapan Mandatori Biodiesel B50


Selasa, 26 Mei 2026 / 17:24 WIB
Kementerian ESDM Kebut Persiapan Mandatori Biodiesel B50
ILUSTRASI. Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi (KONTAN/Sabrina Rhamadanty)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus mematangkan rencana implementasi mandatori biodiesel 50% (B50) demi memperkuat ketahanan energi nasional. Kebijakan strategis ini dijalankan secara bertahap melalui rangkaian evaluasi teknis, kesiapan industri, serta penguatan ekosistem energi domestik agar penerapannya berjalan optimal, aman, andal, dan berkelanjutan.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi menyatakan, program biodiesel berkontribusi nyata mengurangi impor solar.

Baca Juga: Suara Mesin Jahit dan Harapan Baru di Kawasan Eks Lokalisasi

"Program biodiesel menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan pemanfaatan energi dalam negeri sekaligus mendukung transisi energi Indonesia secara bertahap dan berkelanjutan," ujarnya melalui keterangan resmi, Selasa (26/5/2026).

Eniya memaparkan program ini menunjukkan capaian positif bagi penguatan ekonomi karena mampu menjaga stabilitas pasar domestik dan industri sawit nasional sejak tahun 2015.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, realisasi penyaluran B40 pada tahun 2025 tercatat mencapai 14,94 juta kiloLiter (kL) atau sekitar 95,67% dari total alokasi yang disiapkan sebesar 15,61 juta kL.

Penyaluran B40 tersebut diklaim memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian dengan mencetak penghematan devisa negara yang diperkirakan mencapai sekitar Rp 133,3 triliun. Selain itu, memberikan peningkatan nilai tambah Rp 20,92 triliun, menyerap 1,88 juta tenaga kerja, dan menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 39,66 juta ton CO2.

“Capaian tersebut mencerminkan kontribusi biodiesel dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” tambah Eniya. 

Untuk melangkah ke tahapan B50, pemerintah kini tengah melakukan pengujian pada sektor otomotif, alat berat pertambangan, alat mesin pertanian, angkutan laut, kereta api, hingga pembangkit listrik.

Terkait aspek finansial, pemerintah memastikan dukungan implementasi biodiesel ke depan akan tetap memanfaatkan mekanisme insentif yang bersumber penuh dari pengelolaan dana sawit. 

"Melalui pemanfaatan energi domestik dan penguatan kolaborasi lintas sektor, Indonesia ingin membangun sistem energi yang semakin mandiri, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Eniya.

Baca Juga: KEK Industropolis Batang Perkuat Kolaborasi Pentahelix

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×