Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KEK Industropolis Batang) melakukan diplomasi investasi intensif di Eropa pada 18–22 Mei 2026 untuk memperkuat posisinya sebagai pusat industri berkelanjutan di Asia Tenggara. Bersama berbagai lembaga pemerintah dan perwakilan RI di Eropa, misi ini menghasilkan sejumlah komitmen strategis global.
Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang, Ngurah Wirawan, menegaskan bahwa pihaknya tak hanya menawarkan kawasan industri, tetapi membangun kota industri pintar, hijau, dan modern yang menghadirkan transfer teknologi, peningkatan kualitas SDM, serta dampak sosial-ekonomi. “Keberhasilan diplomasi investasi di Eropa membuktikan tingginya daya saing global KEK Industropolis Batang,” ujar Wirawan, Selasa (26/5/2026)..
Di Wina, Austria, kata Wirawan, KEK Industropolis Batang menjalin kerja sama dengan berbagai mitra seperti Wirtschaftskammer Österreich, EEE Group, dan ANDRITZ Hydro. Hasil utama pertemuan ini mencakup rencana pembangunan pusat pelatihan vokasi internasional seluas 7 hektare dengan dukungan skema pembiayaan dari Austria, yang bertujuan mencetak tenaga kerja terampil untuk industri modern.
Baca Juga: KEK Industropolis Batang Perkuat Kolaborasi Pentahelix
Selain itu, terdapat komitmen untuk pengembangan teknologi energi hijau dan net-zero melalui ANDRITZ Hydro, serta penguatan infrastruktur dan logistik industri. Langkah ini menegaskan ambisi KEK Industropolis Batang untuk menjadi kawasan industri berkelanjutan kelas dunia yang terintegrasi dengan rantai pasok global.
Selanjutnya, pada 20 Mei 2026 di Bratislava, KEK Industropolis Batang bersama KBRI Bratislava menyelenggarakan Indonesia-Slovakia Investment and Business Forum yang dihadiri lebih dari 35 pimpinan perusahaan Eropa.
Di forum itu , KEK Industropolis Batang meneken Letter of Intent (LoI) dengan Innovation Platform Capital untuk membuka akses pembiayaan global berbasis government-backed bagi pembangunan infrastruktur pintar dan utilitas kawasan.
Baca Juga: KEK Industropolis Batang Incar Investor Teknologi Tinggi dari Jepang
Forum ini juga menarik minat berbagai institusi dan perusahaan Slowakia di bidang circular economy, teknologi, tenaga kerja, otomotif, baterai, dan logistik. Beberapa perusahaan mulai menjajaki peluang kerja sama strategis seperti pengembangan koridor logistik Eropa–Indonesia, pembentukan logistics hub di kawasan, hingga pengolahan baja untuk memenuhi kebutuhan pasar Eropa.
Puncak diplomasi investasi berlangsung di Amsterdam dan Den Haag pada 22 Mei 2026. Dalam pertemuan itu , disusun strategi penyaringan investor dengan menjadikan PT Wavin Manufacturing Indonesia sebagai contoh keberhasilan investasi Eropa di KEK Industropolis Batang. Selain itu, dibahas peluang pendanaan infrastruktur publik berkelanjutan hingga 300 juta Euro melalui Invest International Belanda.
“Kerja sama dengan mitra dari Austria, Slowakia, dan Belanda tidak hanya menghadirkan investasi asing, tetapi juga transfer teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi,” kata Wirawan.
Keberhasilan KEK Industropolis Batang dalam menjalin kerja sama investasi di Eropa mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah pusat. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Edwin Manansang, menyebut pencapaian tersebut sebagai standar baru pengembangan kawasan ekonomi di Indonesia.
Pemerintah mendukung penuh percepatan pengembangan KEK Industropolis Batang, terutama dalam keberhasilan memperoleh komitmen kerja sama di bidang vokasi internasional dan infrastruktur hijau. Keberhasilan ini dinilai sebagai bukti bahwa insentif fiskal dan nonfiskal dari pemerintah mampu meningkatkan daya saing global Indonesia dan menarik investor internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













