kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Listrik telah dorong pertumbuhan ekonomi di Natuna


Kamis, 26 September 2019 / 21:22 WIB

Listrik telah dorong pertumbuhan ekonomi di Natuna
ILUSTRASI. PLN bangun kelistrikan di Natuna

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PLN terus membangun infrastruktur kelistrikan guna mendorong tumbuhnya ekonomi tidak hanya di perkotaan namun juga di daerah 3 T (Terdepan, Terluar dan Terpencil ), salah satunya terlihat di kabupaten Natuna Kepulauan Riau dalam empat tahun terakhir ini.

Vice Presiden Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah mengungkapkan, sejak PLN menambah pasokan listrik bertenaga diesel sebesar 9.500 killo Watt di tiga lokasi yaitu di Ranai tahun 2015 sebesar 4.000 killo Watt selanjutnya di Pian Tengah dan Klarik pada tahun 2018 dengan kapasitas masing-masing sebesar 5.000 dan 500 killo Watt, geliat ekonomi mulai tumbuh di daerah tersebut. 

Baca Juga: PLN normalkan sistem kelistrikan pasca gempa 6,8 SR di Ambon

Pertumbuhan ekonomi di pulau Natuna ditunjukkan dengan bermunculan perusahaan cool storage atau biasa disebut perusahaan penyimpanan dan pengolahan ikan hasil tangkapan nelayan. Sejak 2015 hingga saat ini sudah ada tujuh cool storage yang dibangun dan menjadi pelanggan PLN, ketujuh Pelanggan tersebut mempunyai daya terpasang sebesar 2.938,5 kVA. 

Maraknya perusahaan cool storage di Natuna membuktikan kalau hasil tangkapan ikan para nelayan semakin meningkat, sehingga ekonomi daerah semakin membaik, hal ini dirasakan langsung para nelayan.

Selain menambah daya mampu pasokan  listrik, PLN juga berhasil menghubungkan ketiga pembangkit dalam satu sistem interkoneksi 20 kV Natuna dan menambahkan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) hingga menjadi 320 kms, tinggal sekitar 40 kms lagi akan membentuk jaringan tertutup (Loop), PLN optimis seiring penyelesaian insfrastruktur jalan yang sedang dibangun maka untuk mewujudkan sistem kelistrikan jaringan tertutup (loop) akan segera terwujud. 

Baca Juga: Paska kerusuhan, sistem kelistrikan di Wamena mulai pulih

Hal ini dilakukan untuk memberikan kepastian bahwa penyiapan insfrastruktur kelistrikan di pulau Natuna akan meningkatkan daya tarik investor untuk berinvestasi. Meskipun secara geografis berada di perbatasan dengan negara Malaysia dan China, upaya PLN untuk membangun dan menambah infrastruktur kelistrikan tidak akan menurun . 

Komitmen PLN untuk memerdekan warga dari kegelapan diwujudkan juga di Pulau Sabang Mawang, kecamatan pulau Tiga, Natuna. Terbukti semenjak PLN membangun jaringan listrik tegangan menengah 20 kV pada tahun 2018 yang dilengkapi dengan pembangkit listrik bertenaga diesel yang berkekuatan 1.000 MW.

Maka perusahaan cool storage CV Mina Sejahtera pada bulan Juli 2019 telah menjadi pelanggan PLN dengan daya 197 kVA, perusahaan tersebut sebelum memanfaatkan listrik dari PLN mengunakan genset sendiri dengan rata-rata kebutuan solar setiap harinya sekitar 330 liter.

Saat ditemui di pulau Sabang Mawang, Hanafi pemilik usaha tersebut mengeluhkan besarnya biaya operasi setiap bulannya, belum lagi harus menyediakan teknisi untuk merawat dan mengoperasikan genset yang berkapasitas 300 kVA .

Baca Juga: PLN akan mengekspor listrik sebesar 600 MW ke Malaysia

Meski baru sekitar tiga bulan menjadi pelanggan PLN, Hanafi merasakan kenyamanannya karena suara genset tidak terdengar lagi dan tetangga disekitar lokasi cool storage tidak komplain atas gemuruhnya suara genset, belum lagi biaya yang dikeluarkan semakin sedikit.

Sebelum menjadi pelanggan PLN Hanafi mengungkapkan bahwa setiap bulannya untuk beli solar saja sudah 90 juta rupiah belum untuk biaya perawatan dan gaji teknisi apalagi kalau ada spare part yang rusak mesin pendigin tidak beroperas, ketika sudah terhubung dengan jaringan PLN, tagihan listrik sebulannya sekitar 70 juta rupiah ungkap Hanafi.

Meski tinggal dipulau yang kecil di Pulau Sabang Mawang, listrik PLN sudah beroperasi 24 jam, sehingga  pengusaha tidak kuatir lagi untuk menekuni usaha cool storage bahkan kalau dapat modal yang cukup bisa mengembangkan usaha pengalengan ikan tambah Hanafi, sebagai pengusaha tidak direcokin dengan kerusakan mesin lagi kami lebih fokus mengingat selama tiga bulan tidak ada mati lampu meski tinggal di pulau.


Reporter: Azis Husaini
Editor: Azis Husaini

Video Pilihan

Tag

Close [X]
×