kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Makanan dan minuman penopang kinerja industri


Jumat, 02 Desember 2016 / 10:40 WIB


Reporter: Pamela Sarnia | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Ketimbang periode sama tahun lalu, industri makanan dan minuman tumbuh 9,82%, yakni  senilai Rp 192,69 triliun di kuartal III-2016. Pertumbuhan industri makanan dan minuman ini menopang pertumbuhan industri non migas yang rata-rata tumbuh 4,71% di kuartal III-2016. 

Panggah Susanto, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, menjelaskan, industri makanan masih menjadi industri dengan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 33,6%. “Sektor makanan dan minuman menopang sebagian besar pertumbuhan industri non migas,” kata Panggah, dalam keterangan tertulisnya kepada KONTAN, Kamis (1/12).

Indikator pertumbuhan industri makanan dan minuman terlihat dari realisasi investasinya. Sampai kuartal III-2016, investasi dalam negeri mencapai Rp 24 triliun, sedangkan investasi asing tercatat  US$ 1,6 miliar. “Untuk menopang pertumbuhan, kami akan mencoba ekspor ke negara non tradisional,” kata Adhi S Lukman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI). 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×