kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.995   22,00   0,12%
  • IDX 6.122   -26,16   -0,43%
  • KOMPAS100 793   -5,23   -0,65%
  • LQ45 608   -3,65   -0,60%
  • ISSI 212   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   -1,94   -0,57%
  • IDXHIDIV20 427   -0,46   -0,11%
  • IDX80 91   -0,65   -0,71%
  • IDXV30 115   -0,40   -0,35%
  • IDXQ30 110   -0,10   -0,09%

Makanan dan minuman penopang kinerja industri


Jumat, 02 Desember 2016 / 10:40 WIB


Reporter: Pamela Sarnia | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Ketimbang periode sama tahun lalu, industri makanan dan minuman tumbuh 9,82%, yakni  senilai Rp 192,69 triliun di kuartal III-2016. Pertumbuhan industri makanan dan minuman ini menopang pertumbuhan industri non migas yang rata-rata tumbuh 4,71% di kuartal III-2016. 

Panggah Susanto, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, menjelaskan, industri makanan masih menjadi industri dengan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 33,6%. “Sektor makanan dan minuman menopang sebagian besar pertumbuhan industri non migas,” kata Panggah, dalam keterangan tertulisnya kepada KONTAN, Kamis (1/12).

Indikator pertumbuhan industri makanan dan minuman terlihat dari realisasi investasinya. Sampai kuartal III-2016, investasi dalam negeri mencapai Rp 24 triliun, sedangkan investasi asing tercatat  US$ 1,6 miliar. “Untuk menopang pertumbuhan, kami akan mencoba ekspor ke negara non tradisional,” kata Adhi S Lukman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI). 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×