Reporter: Muhammad Julian | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ancora Indonesia Resources Tbk berniat mencari modal kerja untuk memperkuat posisi keuangan dan meningkatkan utilisasi rig perusahaan. Opsi menggandeng mitra guna menjaring pendanaan dalam bentuk kerja sama operasi menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan oleh emiten berkode saham OKAS itu.
Direktur Utama OKAS, Rolaw P Samosir mengatakan, permintaan jasa pengeboran memang sedang tinggi-tingginya. Utilisasi rig perusahaan mengalami kenaikan sekitar 40% pada sepanjang Januari-Juni 2022 jika dibandingkan periode sama tahun 2021, menurut data perusahaan.
Maka dari itu, menurut rencana OKAS, nantinya dana yang berhasil didapat bakal dipergunakan sebagai modal kerja untuk memaksimalkan peluang pasar dan meningkatkan utilisasi rig.
Baca Juga: Harga Batubara Memanas, Penjualan Bahan Peledak OKAS Meningkat
“Saat ini sudah ada beberapa calon partner yang kami jajaki untuk kerja sama operasi,” ujar Rolaw saat dihubungi Kontan.co.id (11/8).
Lini usaha jasa pengeboran dan perawatan sumur minyak merupakan salah satu dari lini usaha OKAS. Lini usaha ini dilakukan melalui entitas anak, yaitu PT Bormindo Nusantara (BN).Jumlah kontribusi pendapatan entitas anak usaha tersebut berkisar 10% - 15% dalam total pendapatan konsolidasi OKAS.
Dengan kenaikan utilisasi rig yang dicatatkan, Rolaw memproyeksi bahwa pendapatan Bormindo bisa meningkat secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada sepanjang Januari-Juni 2022 ini.
Rolaw tidak menyebut berapa persisnya angka pendapatan Bormindo untuk periode tersebut. Asal tahu, saat tulisan ini dibuat, OKAS memang belum merilis laporan keuangan periode Januari-Juni 2022.
“Diperkirakan pendapatan Bormindo untuk Januari-Juni 2022 akan meningkat diatas 100% dari pendapatan di periode yang sama di tahun 2021,” tutur Rolaw.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













