kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

Maraknya impor sepeda dari China, Produsen domestik menjerit


Minggu, 29 Desember 2019 / 15:49 WIB
Maraknya impor sepeda dari China, Produsen domestik menjerit
ILUSTRASI. Sejumlah produsen sepeda dalam negeri keluhkan maraknya impor sepeda dari China. KONTAN/Fransiskus Simbolon/04/11/2011


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah produsen sepeda dalam negeri merasakan dampak masifnya sepeda impor dari China. Baik itu produsen berorientasi ekspor maupun domestik, bahkan konsumen ikut kena getahnya. 

Direktur Insera Sena produsen sepeda Polygon William Gozali menjelaskan perusahaan merasakan dampak secara tidak langsung fenomena masifnya impor sepeda dari China. "Meski demikian kami tidak bisa katakan positif atau negatif karena memang sasaran pasar Polygon agak berbeda," jelasnya kepada Kontan.co.id,  Selasa (23/12). 

Baca Juga: Proses PKPU kelar, begini ikhtiar Wimcycle lepas dari jeratan utang

William bilang, Polygon bakal melihat kondisi pasar terlebih dahulu. Sebab sebagai produsen sepeda berorientasi ekspor perlu  memperhatikan kondisi Brexit dan perang dagang China dan Amerika Serikat. Jika memang ada kesempatan ekspor, Polygon akan menggarap pasar semampunya. 

Adapun untuk pasar domestik, William mengakui Polygon akan memperhatikan kompetisi dari pasar. Jika ada peluang untuk berkembang lebih maka akan diusahakan untuk merebutnya. 

Menanggapi masifnya impor sepeda dari China, William berharap regulator dapat menertibkan impor sepeda sehingga lebih adil bagi industri dalam negeri. "Kami tidak minta fasilitas, tapi  hanya mengharapkan perlakuan adil," tegasnya. 

Baca Juga: Sektor saham ini diprediksi bakal bersinar dan meredup pada tahun depan

William melihat kondisi Indonesia saat ini yang dibanjiri sepeda impor mahal dengan harga puluhan hingga ratusan juta. Namun, proses impor sepeda mahal itu sama sekali tidak ada data di impor Indonesia. 

William mengungkapkan data impor menunjukkan rata-rata harga impor sepeda hanya Rp 200,000/unit sehingga bea masuk dan pajak yang dibayar tidak lebih dari Rp 30,000/unit. Padahal banyak sepeda impor yang lebih mahal dari itu.  




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×