Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Asnil Amri
JAKARTA. Mayoritas masyarakat Indonesia dinilai belum terbiasa merencanakan untuk berwisata atau liburan. Pendapatan ini disampaikan oleh Elly Hutabarat, Ketua Asosiasi Perusahaan Agen Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (Astindo).
Menurut Elly, banyak warga Indonesia tidak memiliki perencanaan yang matang untuk pergi liburan. Hal tersebut terlihat dari tren penjualan paket wisata yang disediakan oleh pelaku bisnis wisata.
"Kebiasaan kita (masyarakat Indonesia) buru-buru dalam berlibur, kebiasaannya seminggu sebelum liburan, makanya liburannya menjadi lebih mahal. Terkadang, liburan tidak sesuai dengan tujuannya," kata Elly saat jumpa pers di Hotel Red Top, Jakarta, Rabu petang (9/1).
Menurut Elly, masyarakat Indonesia yang gemar liburan, sudah saatnya membuat perencanaan liburan jauh-jauh hari sebelumnya. Jika perencanaan matang, liburan menurut Elly bisa berjalan nyaman dan hemat.
Untuk itulah, kata Elly, pihaknya menggelar perhelatan atau pameran Astindo Fair 2013. Lewat pameran itu, akan dikumpulkan agen wisata yang menyediakan paket wisata. "Ini (Astindo Fair) untuk mengedukasi masyarakat Indonesia yang ingin merencanakan liburan jauh-jauh hari," ujarnya.
Elly bilang, merencanakan liburan dari jauh hari itu banyak manfaatnya. Diantaranya, bisa mendapatkan harga tiket atau paket wisata lebih murah, dan masyarakat dapat mempersiapkan liburan di kota tujuan jadi lebih baik agar sesuai keinginan.
"Orang Eropa banyak yang merencanakan liburannya setahun sebelum berangkat. Bagi kita di Indonesia, cukup sebulan sebelum berangkat," tambahnya.
Sebagai informasi, Astindo menggelar Astindo Fair 2013 pada 22-24 Maret 2013 di Jakarta. Dalam acara tersebut, akan ada sekitar 144 peserta pameran yang terkait industri pariwisata. Panitia menargetkan 50.000 pengunjung ke perhelatan yang digelar selama 3 hari tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













