kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Marketing Sales Bangun Kosambi (CBDK) Naik 40%, Penjualan Kavling Komersial Menopang


Sabtu, 07 November 2026 / 19:34 WIB
Marketing Sales Bangun Kosambi (CBDK) Naik 40%, Penjualan Kavling Komersial Menopang
ILUSTRASI. Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) yang dikembangkan CBDK - PANI (Dok/NICE)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), pengembang kawasan PIK2, membukukan marketing sales atau pra penjualan sebesar Rp 448 miliar hingga September 2026. Capaian tersebut tumbuh sekitar 40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan penjualan kavling tanah komersial menjadi kontributor terbesar.

Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI pada Kamis (5/11/2026), penjualan kavling tanah komersial mencapai Rp 379 miliar atau sekitar 85% dari total marketing sales CBDK. Sementara itu, sekitar 15% sisanya berasal dari penjualan produk komersial dan residensial.

Tingginya kontribusi kavling komersial mencerminkan minat pelaku usaha terhadap prospek pengembangan kawasan Central Business District (CBD) PIK2 sebagai pusat bisnis baru di Tangerang, Banten.

Baca Juga: Pefindo Pangkas Rating INKA Jadi idB, Risiko Gagal Bayar & Gangguan Produksi Tinggi

Direktur Utama CBDK Steven Kusumo mengatakan, perusahaan mengapresiasi kepercayaan dan dukungan pembeli yang mendorong pencapaian marketing sales hingga September 2026. Menurutnya, permintaan terhadap kavling tanah komersial di CBD PIK2 masih cukup kuat, sekaligus mencerminkan kepercayaan pembeli terhadap kualitas kawasan dan peluang bisnis yang ditawarkan.

"Kami melihat bahwa permintaan pelaku usaha terhadap kavling tanah komersial di CBD PIK2 masih mumpuni, bisa menjadi cerminan tingkat kepercayaan pembeli kami terhadap kualitas dan peluang usaha di area CBD PIK2, dan komitmen kami sebagai pengembang adalah mengeksekusi rencana pengembangan kawasan, fasilitas dan infrastruktur di kawasan PIK2," ujar Steven.

Pertumbuhan marketing sales CBDK tidak terlepas dari perkembangan kawasan PIK2 yang semakin ramai dengan berbagai aktivitas bisnis dan komersial. Salah satu penopangnya adalah operasional Nusantara International Convention Exhibition (NICE) yang menjadi pusat penyelenggaraan berbagai kegiatan MICE (Meeting, Incentives, Conferences, and Exhibitions).

Hingga September 2026, NICE telah menyelenggarakan 51 acara, di antaranya Java Jazz Festival, Hyrox Indonesia 2026, dan Danantara Expo. Berbagai kegiatan tersebut turut meningkatkan aktivitas pengunjung sekaligus memperkuat daya tarik PIK2 sebagai kawasan bisnis dan destinasi kegiatan berskala nasional maupun internasional.

Selain itu, pertumbuhan jumlah tenant dan pengembangan area komersial juga ikut memperkuat ekosistem kawasan. Sejumlah fasilitas strategis yang dikembangkan pihak ketiga turut mendukung perkembangan CBD PIK2, termasuk gedung Bank Mandiri yang telah selesai dibangun serta gedung BNI yang sudah mulai beroperasi.

Baca Juga: Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga 31 Desember 2026

Kehadiran Dermaga CBD Beachwalk juga menambah pilihan destinasi gaya hidup dan aktivitas komersial di kawasan tersebut. Berbagai fasilitas ini diharapkan dapat membentuk ekosistem yang semakin terintegrasi bagi pelaku usaha, pengunjung, dan masyarakat.

Dari sisi akomodasi, pengembangan Hotel Hilton PIK2 juga terus berjalan. Hotel bintang lima setinggi 20 lantai dengan kapasitas 271 kamar tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada semester II-2027.

Kehadiran hotel ini diharapkan melengkapi fasilitas pendukung kegiatan MICE sekaligus meningkatkan daya tarik PIK2 sebagai kawasan bisnis dan destinasi penyelenggaraan berbagai acara.

Aksesibilitas kawasan juga semakin didukung oleh beroperasinya secara fungsional sebagian ruas Tol Kataraja Seksi 1. Infrastruktur tersebut meningkatkan konektivitas menuju PIK2, termasuk akses dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan berbagai wilayah di Jabodetabek.

Di luar penjualan kavling tanah komersial, CBDK juga mencatatkan penjualan dari segmen produk komersial dan residensial. Untuk segmen komersial, kontribusi berasal dari SOHO The Bund dan Bizpark PIK2.

Baca Juga: Petani Tebu Minta Pemerintah Tak Tambah Kuota Impor Gula pada 2027

Sementara itu, segmen residensial didukung oleh produk Rumah Milenial dan Permata Hijau Residence. Keberagaman produk tersebut menjadi strategi perseroan dalam menyediakan pilihan properti untuk kebutuhan tempat tinggal maupun kegiatan usaha di kawasan PIK2.

CBDK menilai minat pembeli terhadap produk residensial turut didukung oleh konsep lingkungan hunian terintegrasi, aksesibilitas, serta potensi pertumbuhan kawasan dalam jangka panjang.

Perusahaan ini memiliki bank tanah alias landbank seluas 691 hektare yang sebagian besar berada di kawasan CBD PIK2. Ketersediaan lahan tersebut menjadi modal bagi CBDK untuk melanjutkan pengembangan kawasan sekaligus menyediakan kavling komersial bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya.

Sebagai bagian dari ekosistem pengembangan PIK2, CBDK berada dalam kelompok usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI). Per 30 September 2026, PANI mengelola bank tanah seluas 1.828 hektare, yang memperkuat kapasitas grup dalam mengembangkan proyek properti di kawasan tersebut.

Ke depan, CBDK berkomitmen melanjutkan pengembangan PIK2 sebagai kawasan terintegrasi sekaligus pusat bisnis yang didukung fasilitas, infrastruktur, dan ketersediaan lahan yang memadai.

Baca Juga: Petani Tebu Minta Pemerintah Tak Tambah Kuota Impor Gula pada 2027

Meski demikian, Steven menyebut perusahaan tetap mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik. Sejumlah faktor yang menjadi perhatian antara lain dinamika pasar, ketegangan geopolitik global, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, inflasi, serta tingkat suku bunga yang berpotensi memengaruhi prospek industri properti.

Harga saham CBDK turun 1,45% di level Rp 2.720 per saham pada Jumat (6/11/2026). Dalam lima hari saham CBDK turun 6,21% sedangkan dalam sebulan anjlok 22,06%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×