kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Masih masa tanam, tembakau lokal belum bergerak


Minggu, 22 April 2018 / 17:46 WIB
Masih masa tanam, tembakau lokal belum bergerak
ILUSTRASI. TEMBAKAU UNGGULAN VARIETAS BARU


Reporter: Abdul Basith | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga tembakau lokal masih statis akibat belum memasuki masa panen raya. Hal itu membuat penurunan impor tembakau tidak berpengaruh bagi tembakau lokal.

"Penurunan impor belum berpengaruh karena masih musim tanam," ujar Soeseno, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) kepada Kontan.co.id, Minggu (22/4).

Sebelumnya Soeseno mengungkapkan impor tembakau akan berpengaruh terhadap serapan lokal. Hal itu dikarenakan tembakau lokal digunakan sebagai campuran.

Harga tembakau saat ini belum bergerak. Harga tembakau saat ini berkisar Rp 40.000 per kilogram (kg) hingga Rp 60.000 per kg.

"Harga belum berubah karena baru tanam, pasar lokal baru bergerak pada bulan September atau bulan Oktober," jelas Soeseno.

Soeseno belum dapat mengungkapkan faktor penurunan impor. Ia bilang saat ini impor tembakau masih dirapatkan oleh Kementerian Pertanian (Kemtan).

"Aturan tata niaga belum terasa, kemarin baru rapat dengan Kemtan untuk menyusun Rekomendasi Impor Tembakau (RIT)," terang Soeseno.

Meski begitu, Soeseno bilang saat ini masih terdapat impor tembakau. Hal itu diungkapkan Soeseno masih menggunakan kuota impor tahun 2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×