kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.535   35,00   0,20%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Mau tambah investasi, Vale Indonesia temui Hatta


Senin, 09 Juli 2012 / 17:24 WIB
ILUSTRASI. PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC bersama PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) menandatangani Head of Agreement (HoA) atau Perjanjian Induk tentang Pengembangan Angkutan Batu Bara Dan/Atau Komoditas Lainnya Melalui Sungai dan Pelabuhan di Sumatera Selatan.


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Presiden dan chief executive officer (CEO) PT Vale Indonesia Tbk, Nico Kanter melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Hatta Rajasa terkait dengan rencana investasi baru. Dalam pertemuan itu, PT Vale Indonesia menyatakan niatnya untuk menambah investasi di Indonesia.

"Mereka siap investasi baru sebesar US$ 2 miliar - 3 miliar," ujar Hatta di kantor Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian, Jakarta Senin (9/7). Dalam pertemuan tersebut, PT Vale Indonesia juga melakukan pembicaraan tentang bisnis nikel ke pemerintah Indonesia.

Mengenai rencana investasi baru itu, Hatta mengaku belum mengantongi waktunya. "Lebih cepat, lebih bagus," jelas Hatta. Mengenai pembahasan bisnis tambang nikel di Indonesia, kedua belah pihak membahas royalti, divestasi, dan masalah pengembalian sebagian lahan tambang.

Perlu diketahui, PT Vale Indonesia Tbk, sebelumnya bernama PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO). Penggantian nama perusahaan ini dilakukan menyusul akuisisi induk usaha INCO oleh Vale SA pada tahun 2007 lalu. Perusahaan ini merupakan produsen nikel terbesar di Indonesia yang beroperasi sejak 1978.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×