kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Mayoritas pegawai tak puas dengan tunjangan mereka


Sabtu, 23 Januari 2016 / 16:46 WIB
Mayoritas pegawai tak puas dengan tunjangan mereka


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Tunjangan sebagai fasilitas untuk mendukung kinerja karyawan tidak selamanya memberikan kepuasan bagi para pekerja. Hasil survei JobStreet.com yang diterima KONTAN pada periode Desember 2015 hingga Januari 2016 melaporkan sebanyak 77,34% karyawan dari total 4.331 responden menjawab mereka tidak puas dengan tunjangan yang diberikan oleh perusahaan.

JobStreet mencatat, faktor-faktor yang membuat karyawan tidak puas adalah tunjangan dan bonus yang diterima. Misalnya, karyawan menuntut tunjangan sebagai faktor utama pendukung pekerjaannya. Bentuk tunjangan yang diberikan antara lain konsumsi, periode cuti berkala, liburan atau transportasi.

Hasilnya, sebanyak 83,94% responden menyampaikan, perusahaan tidak mengganggap prestasi seorang pegawai sebagai faktor pertimbangan agar mereka mendapatkan tunjangan tambahan. Padahal, pemberian bonus dalam bentuk finansial dapat memberikan efek positif dengan adanya peningkatan motivasi kerja.

Selain itu, sebanyak 22,30% responden berharap untuk diberikan tunjangan transportasi, kemudian, sebanyak 10,15% responden ingin mendapat tambahan tunjangan konsumsi dan sebanyak 4,81% respoden berkeinginan untuk menerima tunjangan telekomunikasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×