kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Medco Power Raih Lisensi Panas Bumi Baru di Sumatra Utara, Potensi Capai 40 MW


Rabu, 18 September 2024 / 17:22 WIB
Medco Power Raih Lisensi Panas Bumi Baru di Sumatra Utara, Potensi Capai 40 MW
ILUSTRASI. Medco Power Indonesia dapat Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi Panas Bumi (PSP-E) Samosir


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Medco Power Indonesia memperoleh Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi Panas Bumi (PSP-E) Samosir dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Direktur Utama Medco Power Eka Satria mengatakan, terletak di Sumatra Utara, Samosir PSP-E diperkirakan memiliki potensi panas bumi hingga 40 MW dan secara strategis berlokasi dekat dengan jaringan listrik Sumatera.

Penugasan ini diserahkan pada acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition ke-10, yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. Penugasan ini sejalan dengan komitmen kami untuk menyediakan solusi energi bersih dengan tingkat pengembalian yang menarik.

Baca Juga: Indonesia Siap Ekspor Listrik Hijau ke Singapura 3,4 GW, Ini Daftar Perusahaannya

“Kami bertekad untuk meningkatkan bauran energi terbarukan kami minimal menjadi 30% pada 2030," ujar Eka di Jakarta, Rabu (18/9).

CEO MedcoEnergi Roberto Lorato menambahkan, pengembangan portofolio energi terbarukan merupakan bagian penting dari strategi iklim Medco.

Medco berkomitmen untuk mencapai emisi nol karbon untuk cakupan 1 dan 2 pada 2050 dan nol karbon untuk emisi cakupan 3 pada 2060, untuk mendukung tujuan Indonesia dalam mencapai emisi nol bersih pada 2060.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×