kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.810   8,00   0,05%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Memperin Agus: Permintaan mobil (purchase order) naik 50% sejak relaksasi PPnBM


Kamis, 11 Maret 2021 / 17:30 WIB
Memperin Agus: Permintaan mobil (purchase order) naik 50% sejak relaksasi PPnBM
ILUSTRASI. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut permintaan mobil naik 50% sejak relaksasi PPnBM berlaku 1 Maret 2021.


Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Insentif pajak penjualan atas barang mewah alias PPnBM atas pembelian mobil serta loan to value 100% diklaim mulai memperlihatkan hasil.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam press briefing kunjungan kerja dengan Kedutaan Besar Jepang, Rabu (10/3) lalu menyatakan bahwa kebijakan relaksasi dari Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia itu berhasil mendongkrak permintaan (purchase order) lebih dari 50 persen.

Baca Juga: Menperin: Mitsubishi berkomitmen menambah investasi Rp 11,2 triliun pada akhir 2025

Klaim Agus, data ini ia peroleh pasca  melakukan pengecekan ke distributor dan pabrikan produk otomotif pada 4 Maret lalu.

"Kira-kira tiga hari setelah berlakunya relaksasi PPnBM, sekitar tanggal 4 Maret kami cek mereka melaporkan rata-rata peningkatan dari purchase order di atas 50 persen," ujarny, Rabu (10/3).

Saat melakukan kunjungan ke pabrikan otomotif, Agus mengaku meminta pebisnis otomotif untuk memberikan dorongan lebih dengan menawarkan diskon tambahan untuk mendorong penjualan mobil para produsen.

Baca Juga: Produsen sepatu hingga mobil Jepang berminat tanamkan investasi di Indonesia

“Berbagai relaksasi ini harapannya bisa menjadi momentum pendongkrak konsumsi masyarakat yang tergerus akibat pandemi covid-19,” ujar Agus. 

Menurutnya, otomotif merupakan salah satu sektor yang terpapar corona cukup berat. Utilisasi atau pemanfaatan produksi mobil semisal merosot 60 persen-70 persen. Saat ini, utilisasi mobil hanya 600 ribu-800 ribu unit per tahun, anjlok dari kapasitas tahunan sebanyak 2 juta unit.

“Utilisasi saat ini merupakan yang terendah, bahkan lebih parah dibandingkan krisis pada 2008, “ ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×