kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.526.000   -20.000   -0,79%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Mendag tak percaya ekspor minyak nabati turun


Selasa, 03 Juni 2014 / 16:05 WIB
ILUSTRASI. Suporter Timnas Indonesia memberikan dukungannya saat pertandingan leg 1 babak Semi Final Piala AFF 2022 melawan Vietnam di Stadion Utama gelora Bung Karno (SUGBK),


Reporter: Handoyo | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Volume dan nilai ekspor minyak nabati yang didominasi minyak sawit mentah atau crude plm oil (CPO) bulan April 2014 mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan bulan Maret 2014. Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengklaim penurunan kinerja ekspor CPO tersebut karena adanya salah pencatatan.

Mengutip data Badan Pusat Statistik yang dikutip dari Kementerian Perdagangan, volume ekspor minyak nabati yang terdiri salah satunya CPO pada bulan April lalu tercatat sebanyak 1,2 juta ton atau turun 47,55% dibandingkan bulan Maret yang mencapai 2,3 juta ton.

Sementara itu, untuk nilai ekspor minyak nabati juga tercatat mengalami penurunan dari US$ 2.035.261.494 pada bulan Maret menjadi US$ 1.119.170.934 di bulan April. "Mungkin salah pencatatan," ujar Muhammad Lutfi Menteri Perdagangan, Selasa (3/6).

Untuk lebih mendorong kinerja ekspor minyak nabi utamanya CPO, pemerintah saat ini sedang mempersiapkan cetak biru untuk pasar baru penjualan CPO di wilayah eropa seperti Masadonia, Bosnia, Yunani, dan Italia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×