kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.792.000   16.000   0,90%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Mengintip tren penguatan harga nikel dan efeknya di dalam negeri


Senin, 13 September 2021 / 20:27 WIB
Mengintip tren penguatan harga nikel dan efeknya di dalam negeri
ILUSTRASI. Pertambangan nikel di Indonesia


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Anna Suci Perwitasari

Potensi uptrend dan rekomendasi pilihan saham

Analis Samuel Sekuritas Dessy Lapagu memperkirakan, adanya potensi uptrend pada harga nikel di sisa tahun berjalan maupun tahun depan. Dalam proyeksi Samuel Sekuritas, harga rata-rata nikel berpotensi berada di level US$ 18.200 per ton - US$ 18.800 per ton pada sepanjang tahun 2021 dan 2022.

Faktor pendorongnya yakni kenaikan permintaan seiring perbaikan ekonomi, serta pasokan dari negara-negara produsen yang masih terdisrupsi (supply disruption) akibat penurunan produktivitas negara-negara produsen di tahun 2020.

Dengan potensi yang demikian, Samuel Sekuritas Indonesia menjadikan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sebagai pilihan utama alias top picks di sektor tambang nikel.

 

Dessy juga mengatakan, target harga saham untuk ANTM di Rp 3.230 dan Rp 6.700 per saham untuk INCO. Hal ini mempertimbangkan dampak signifikan perubahan harga nikel terhadap kedua saham tersebut.

“INCO produknya nikel saja, sementara ANTM, eksposur nikel-nya sekarang cukup meningkat terhadap topline,” pungkas Dessy.

Selanjutnya: Simak rekomendasi saham MAPI dari analis Samuel Sekuritas berikut ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×