kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Menguntungkan, Azana bersiap tambah hotel kapsul


Senin, 30 Juli 2018 / 20:54 WIB


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Azana Hotel and Resort akan mengoperasionalkan 10 hotel kapsul atau kabin tahun ini. Dibanding hotel kapsul, hotel kabin yang dimodifikasi dari kapsul ini sangat menguntungkan.

Dicky Sumarsono, Chief Executive Officer Azana Hotel and Resort Management melihat bahwa peluang membangun hotel kapsul pasti dilirik semua orang. Hal ini karena secara investasi tidak mahal. "Tetapi Azana murni bukan hotel kapsul melainkan hotel kabin. Berbeda dengan hotel kapsul, kabin hotel memiliki kamar yang sedikit lebih luas, memiliki kamar mandi," ujad Dicky kepada KONTAN, Senin (30/7).

Ia pun mengklaim kelebihan lain dari hotel kabin tersebut yang lebih aman ketimbang hotel kapsul. Semisal bila terjadi kebakaran atau gempa.

Oleh sebab itu, Dicky yakin dan tidak takut bersaing dengan hotel kapsul lain. Sampai saat ini, hotel kabin yang dikelola ada lima dan rencananya ada lima hotel kabin lagi yang dibuka. Yaitu di Yogyakarta, Jakarta, Krekot, Madura dan Surabaya. Tahun depan, hotel kabin yang dibangun bertambah 12 menjadi 22 hotel kabin milik Azana. Dan di tahun 2020 siap ekspansi ke Timor Leste dan Malaysia.

Dicky menambahkan bahwa membangun atau mengelola hotel kabin dibanding hotel kapsul menguntungkan. Buktinya tingkat okupansi hotel kabin rata-rata 90%. "Lebih untung karena operasional sangat mudah. Dan karyawan yang dibutuhkan hanya lima orang. Satu hotel ada 27 kamar, dan membangun satu hotel biayanya Rp 4 miliar. 40% biaya untuk binatu, listrik dan gaji karyawan. 60% lagi keuntungan ke pengelola," beber Dicky.

Tertarik?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×