kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.173
  • SUN95,28 0,51%
  • EMAS663.000 0,30%
  • RD.SAHAM 0.08%
  • RD.CAMPURAN 0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Menilik sejarah dan perputaran duit pedagang kue di Pasar Subuh Senen

Jumat, 14 Desember 2018 / 16:10 WIB

Menilik sejarah dan perputaran duit pedagang kue di Pasar Subuh Senen
ILUSTRASI. Suasana penjualan di pasar kue subuh Senen


KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Jika kamu pecinta kudapan jenis kue, kamu harus menyambangi Kue Subuh yang terletak Pasar Senen. Ini merupakan pusat penjaja aneka ragam kue dengan harga amat terjangkau.

Pasar Kue Subuh Senen sudah berdiri sejak lama. Disana dijajakan berbagai jenis jajanan yang menggugah selera dengan aneka cita rasa manis, gurih ataupun asin mulai yang dibanderol mulai harga Rp 500 hingga Rp 4.000. Ada jenis kue bolu, black forest, lapis legit, roti buaya, dan lain-lain.

Dulu Pasar Kue Subuh ini berlokasi di Blok 1-2 Pasar Senen. Namun musibah kebakaran yang melanda pasar tersebut pada tahun 2017 membuat pasar direlokasi ke Blok 4-5 di area seluas 1.769 meter persegi (m2). Puluhan pedagang yang dikoordinir lima orang koordinator memasarkan aneka kue di atas 700 an meja yang diletakan dalam pasar tesebut.

Shindu Hariyadi Wibisono, Property Management Coordinator for Trade Centre PT Jaya Real Property Tbk (JRPT), selaku pengelola pusat perdagangan dan grosir Senen Jaya mengungkapkan, setiap malamnya pasar ini dikunjungi sekitar 500 -700 pengunjung. Total transaksi yang berputar disana bisa mencapai Rp 600 juta- Rp 800 juta setiap harinya.

"Bahkan pada waktu berlokasi di Senen Blok 1-2 sebelum terjadinya kebakaran, angka transaksi bisa hampir mencapai 1Rp 1 miliar dengan jumlah pengunjung mencapai 1.000 orang." ungkap Shindu dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat (14/12).

Sejarah Pasar Kue Subuh sudah sangat panjang. Namun, perjananannya tidak senikmat kue-kue yang dijajakan. Pasar yang sudah eksis sejka tahun 1988 ini juga mengalami pasang surut. Lokasi para pedagang memasarkan kue-kuenya beberapa kali mengalami kebakaran.

Berdirinya Psar Kue Subuh Senen diawali oleh Elkana Tju beserta dengan 4 orang rekannya pada tahun 1988. Mereka berlima untuk berdagang kue di area pinggiran Pasar Senen dengan menggunakan 5 meja sejak pukul 2.00 hingga pukul 8.00.guna memenuhi kebutuhan kue bagi para warga Senen dan sekitarnya.

Lalu Dari waktu ke waktu jumlah pedagang bertambah menjadi hingga mencapai sekitar 50 meja. Pada tahun 1991 Elkana selaku pelopor kue subuh memberanikan diri mengajukan ijin ke Pengelola Senen Blok 4 untuk menggunakan area parkir sebagai area dagang kue subuh.

Setelah secara resmi menempati area parkir Senen Blok 4 perkembangan kue subuh semakin luar biasa di era tahun 1991 hingga tahun 1998. Mereka yang datang ke Pasar Senen bukan hanya dari warga Jakarta saja melainkan juga dari Bekasi, Bogor, Tangerang bahkan Cilegon. Sebagian besar dari mereka adalah reseller.

Salah seorang pengurus kue subuh yang bernama Hengky Djauhari, yang merupakan generasi kedua dari Elkana Tju bahkan sempat beberapa kali menerima pesanan kue dari Istana, beberapa Departemen Pemerintah, Perusahaan Garuda dan Merpati.

Walaupun dikenal sebagai pasar kue subuh, namun sejak tahun 1995 para pedagang sudah merubah jam operasionalnya. Mereka sudah mulai buka pukul 19.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB dimana sebagaian pembelinya adalah reseller/grosir dari daerah sekitar Jabotabek. Sebagian besar menggunakan mobil-mobil box ukuran colt L 300 hingga ukuran engkel.

Mereka bertransaksi dalam jumlah partai besar (menggunakan kardus) yang langsung dipindahkan dari mobil penjual langsung ke mobil pembeli.
Pukul 02.00 WIB hingga 06.00 WIB sebagaian besar pembelinya adalah pedagang kecil, pengusaha katring serta para ibu-ibu rumah tangga yang akan mengadakan acara di rumah atau di kantor-kantor.

Shindu mengatakan, hingga saaat ini pengelolaan Kue Subuh Pasar Senen masih menghadapi beberapa kendala. Mulai dari area parkir yang tidak mencukupi, pedagang yaang harus berpindah-pindaah lokasi akibat beberapa kali mengalami musibah kebakaran, dam sering mengalami pungutan liar dari preman-preman.

"Para pedagang disini berharap, mereka mendapat tempat yang layak untuk berdagang yang bisa dilihat langsung oleh para pembeli, memiliki akses yang baik, memiliki area parkir yang cukup, aman dari gangguan preman, memiliki media promosi yang baik," kata Shindu.

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Editor: Azis Husaini

Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0011 || diagnostic_api_kanan = 0.5238 || diagnostic_web = 1.8927

Close [X]
×