kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Menperin akan meminta alokasi gas industri sesuai kebutuhan


Senin, 10 Januari 2011 / 16:26 WIB


Reporter: Herlina KD | Editor: Test Test

JAKARTA. Alokasi gas industri yang lebih sedikit dari kebutuhan membuat pengusaha khawatir. Seperti diketahui, tahun ini pemerintah hanya mengalokasikan pasokan gas untuk industri sebesar 583 juta kaki kubik (MMSCFD). Alokasi gas ini jauh lebih rendah ketimbang kebutuhan gas industri yang sebesar 801 MMSCFD.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengakui, alokasi gas industri untuk tahun ini memang tidak sesuai dengan kebutuhan. Ia juga bilang, para pelaku industri khususnya kalangan asosiasi sudah memberikan sinyal soal minimnya kuota gas untuk industri ini. "Saya berjanji akan memperjuangkan alokasi gas bisa sesuai plafon. Setidaknya bisa mencapai kira-kira lebih dari 600 MMSCFD," ujar Hidayat di sela-sela rapat kerja Pembangunan 2011, Senin (10/1).

Mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri ini juga bilang, sebenarnya alokasi gas nasional saat ini sudah hampir rampung pembagiannya. "Yang belum pasti hanya tinggal alokasi gas untuk industri dan untuk PLN," jelas Hidayat.

Catatan saja, dukungan infrastruktur termasuk listrik dan gas akan sangat menentukan pertumbuhan industri. Kementerian Perindustrian telah menetapkan target pertumbuhan industri rahun ini sekitar 5,25%-6,1%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×