kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Menperin: Industri otomotif masih aman dari dampak krisis global


Kamis, 29 September 2011 / 15:15 WIB
ILUSTRASI. Program Langit Biru yang menekankan penggunaan BBM beroktan tinggi di SPBU Pertamina.


Reporter: Dani Prasetya | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Kementerian Perindustrian hingga detik ini masih meyakini industri otomotif dalam negeri bakal aman dari hempasan krisis global.

Menteri Perindustrian, M.S. Hidayat, mengklaim, industri otomotif malah sedang mulai bertumbuh. Pelaku industri otomotif menargetkan produksi sebanyak 1 juta unit mobil pada 2013. Angka ini melampaui produksi otomotif di Thailand.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, kemampuan produksi industri otomotif dalam negeri saat ini mencapai 870.000 unit.

"Tapi memang industri otomotif dalam negeri perlu meningkatkan diversifikasi produk agar sebagian besar produksi lokal bisa terserap di pasar ekspor," ujar Hidayat.

Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi, menambahkan, krisis finansial yang mulai meluas tidak akan berpengaruh terhadap rencana investasi sektor otomotif pada 2012.

Bahkan, menurutnya, sektor industri itu bakal berkembang jauh lebih besar pada tahun-tahun mendatang karena banyaknya rencana ekspansi dari berbagai perusahaan otomotif seperti Suzuki, Toyota, dan Honda di Indonesia.

Hal tersebut teridentifikasi dari beberapa komitmen investasi yang telah disepakati tahun ini. Misalnya, investasi Toyota Motor Manufacturing Indonesia di Karawang. "Kesepakatan investasi saat ini kan baru jadi tahun depan, jadi saya pikir akan tetap tumbuh,” kata Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×