Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG memperkuat strategi pertumbuhan bisnis di tengah ketatnya persaingan industri semen domestik.
Selain mempererat jaringan distribusi di dalam negeri, perseroan mulai menggenjot pasar ekspor untuk membuka sumber pertumbuhan baru.
Salah satu langkah yang dilakukan SIG adalah membangun kedekatan dengan para distributor melalui program Factory Visit Experience with SIG Regional 6.
Program ini menjadi sarana bagi distributor untuk memahami lebih dalam proses produksi, perkembangan industri semen, hingga arah strategi bisnis perseroan ke depan.
Baca Juga: Pemerintah Susun Draft PP Baru, Wajibkan Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Lewat BUMN
Salah satu distributor yang mendapat kesempatan mengikuti kegiatan tersebut adalah Toko Mutiara, distributor bahan bangunan asal Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Toko Mutiara menjadi satu dari lima distributor di wilayah tersebut yang diundang mengikuti kunjungan ke fasilitas produksi SIG di Pangkep, Sulawesi Selatan, pada 6–8 Mei 2025.
Dalam kegiatan tersebut, para distributor tidak hanya melihat langsung proses produksi semen di fasilitas SIG, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai kondisi industri semen nasional, proyeksi kapasitas produksi, hingga perkembangan permintaan pasar hingga 2029.
Manajemen SIG juga memaparkan dinamika persaingan industri, perkembangan penjualan semen di berbagai wilayah Indonesia, serta tantangan dan peluang yang akan dihadapi pelaku industri dalam beberapa tahun mendatang.
Pemilik Toko Mutiara, Dimas Hajar Ali, menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman penting bagi distributor untuk memahami bisnis semen secara lebih luas. Menurut dia, kesempatan tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan pelayanan sekaligus memperkuat kerja sama dengan SIG dan Semen Tonasa.
"Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan," ujar Dimas.
Menurutnya, kunjungan langsung ke fasilitas produksi juga memberikan pemahaman mengenai standar kualitas dan efisiensi produksi semen. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan distributor dalam memasarkan produk kepada konsumen.
Baca Juga: Daerah Cari Sumber Pendapatan Baru, INDEF Tawarkan Tiga Skema Pengganti Pajak EV
Di sisi lain, SIG juga memperluas strategi bisnis melalui penguatan pasar internasional. Perseroan meresmikan fasilitas dermaga dan produksi untuk ekspor di Tuban, Jawa Timur, pada Kamis (11/6/2026).
Fasilitas tersebut memiliki kapasitas ekspor hingga 1 juta ton semen per tahun dan diproyeksikan menjadi salah satu pusat penguatan ekspor SIG, terutama untuk memenuhi kebutuhan pasar Amerika Serikat (AS).
Langkah ekspansi ekspor ini menjadi strategi perseroan untuk menghadapi tantangan industri semen nasional yang masih mengalami kelebihan kapasitas produksi. Dengan memperluas pasar luar negeri, SIG berharap dapat menciptakan sumber pertumbuhan baru sekaligus menjaga kinerja bisnis dalam jangka panjang.
Melalui kerja sama antara anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, dengan Taiheiyo Cement Corporation asal Jepang, perusahaan menargetkan ekspor sekitar 450.000 metrik ton (MT) semen tipe khusus ke AS secara bertahap sepanjang 2026.
Direktur Utama Semen Indonesia, Indrieffouny Indra, mengatakan fasilitas ekspor tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri bahan bangunan global.
Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Garap Pasar Afrika, Ekspor Perdana Klinker ke Mauritania
"Fasilitas ekspor ini membuka peluang pertumbuhan baru sekaligus membawa produk Indonesia semakin dikenal di pasar internasional," kata Indrieffouny.
Dengan penguatan jaringan distributor domestik dan ekspansi pasar ekspor, SIG berupaya menjaga pertumbuhan bisnis di tengah tekanan pasar semen dalam negeri yang semakin kompetitif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













