kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.988   15,00   0,09%
  • IDX 9.022   -112,83   -1,24%
  • KOMPAS100 1.241   -14,15   -1,13%
  • LQ45 875   -9,60   -1,09%
  • ISSI 330   -4,28   -1,28%
  • IDX30 447   -7,42   -1,63%
  • IDXHIDIV20 521   -17,05   -3,17%
  • IDX80 138   -1,50   -1,07%
  • IDXV30 144   -5,07   -3,41%
  • IDXQ30 142   -3,33   -2,29%

Menperin: Kita harus bersatu lawan black campaign


Rabu, 11 September 2013 / 19:53 WIB
Menperin: Kita harus bersatu lawan black campaign
ILUSTRASI. Ilustrasi cara mengisi e-HAC untuk perjalanan udara, darat, dan laut. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.


Reporter: Emma Ratna Fury | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pemerintah mengakui ada beberapa kendala yang dialami oleh para pelaku usaha dalam melakukan kegiatan ekspor. Sehingga, kinerja ekspor Indonesia dirasa kurang optimal.

Salah satunya, ketika para pengusaha melakukan ekspor, ada beberapa jenis produk  yang tidak dapat dibawa ke negara tujuan ekspor karena alasan peraturan.  

Selain itu, ada beberapa kendala yang ditimbulkan akibat black campaign dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) di dalam maupun luar negeri yang mempengaruhi kegiatan ekspor.

Untuk itu, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, pemerintah dan pengusaha harus bersatu melawan black campaign tersebut.

“Kita harus bisa bersatu untuk melawan isu yang tidak benar, terutama black campaign terhadap produk ekspor kita yang dikategorikan tidak ramah lingkungan,” kata Hidayat, Rabu (11/9).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×