kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Menperin: Kita harus bersatu lawan black campaign


Rabu, 11 September 2013 / 19:53 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi cara mengisi e-HAC untuk perjalanan udara, darat, dan laut. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.


Reporter: Emma Ratna Fury | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pemerintah mengakui ada beberapa kendala yang dialami oleh para pelaku usaha dalam melakukan kegiatan ekspor. Sehingga, kinerja ekspor Indonesia dirasa kurang optimal.

Salah satunya, ketika para pengusaha melakukan ekspor, ada beberapa jenis produk  yang tidak dapat dibawa ke negara tujuan ekspor karena alasan peraturan.  

Selain itu, ada beberapa kendala yang ditimbulkan akibat black campaign dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) di dalam maupun luar negeri yang mempengaruhi kegiatan ekspor.

Untuk itu, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, pemerintah dan pengusaha harus bersatu melawan black campaign tersebut.

“Kita harus bisa bersatu untuk melawan isu yang tidak benar, terutama black campaign terhadap produk ekspor kita yang dikategorikan tidak ramah lingkungan,” kata Hidayat, Rabu (11/9).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×