kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.925   -3,00   -0,02%
  • IDX 6.196   77,21   1,26%
  • KOMPAS100 798   9,77   1,24%
  • LQ45 610   7,13   1,18%
  • ISSI 217   3,90   1,83%
  • IDX30 339   2,99   0,89%
  • IDXHIDIV20 432   2,94   0,68%
  • IDX80 91   1,17   1,30%
  • IDXV30 117   1,10   0,95%
  • IDXQ30 110   0,60   0,54%

Menperin Sarmuji Pacu Industri Permesinan dan Agro


Selasa, 06 Oktober 2026 / 13:54 WIB
Menperin Sarmuji Pacu Industri Permesinan dan Agro
ILUSTRASI. Menteri Perindustrian (Menperin) Sarmuji usia dilantik di Istana Negara, Kamis (1/10/2026) (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mulai memetakan persoalan yang menghambat kinerja industri nasional.

Salah satu fokus yang didorong adalah penguatan industri permesinan agar kebutuhan mesin dan peralatan industri semakin banyak dipasok dari dalam negeri.

Sarmuji melakukan rapat kerja internal bersama jajaran Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Senin (5/10/2026). Dalam agenda tersebut, Kemenperin melakukan “belanja masalah” untuk menginventarisasi berbagai persoalan industri sekaligus menentukan prioritas penyelesaiannya.

“Pada tahap awal ini, kami ingin melakukan belanja masalah. Kita petakan secara menyeluruh persoalan yang dihadapi industri, kemudian kita identifikasi mana yang bisa segera diselesaikan oleh Kemenperin dan mana yang membutuhkan koordinasi dengan kementerian atau lembaga lainnya. Yang terpenting, setiap masalah harus kita carikan jalan keluarnya,” kata Sarmuji di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Menurut Sarmuji, pemetaan diperlukan karena setiap subsektor industri memiliki tantangan berbeda, mulai dari regulasi, bahan baku, energi, sumber daya manusia, pasar, investasi hingga teknologi.

Baca Juga: Menperin Sarmuji Soroti Dampak Izin Impor yang Terlalu Terbuka ke Industri Domestik

Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian adalah industri logam, mesin, alat transportasi dan elektronika (ILMATE). Direktur Jenderal ILMATE Kemenperin Setia Diarta mengatakan, Sarmuji meminta pengembangan industri permesinan menjadi salah satu perhatian.

“Banyak hal yang dibicarakan. Namun, beliau sangat ingin mendorong industri permesinan kita tumbuh. Itu yang menjadi salah satu perhatian utama dalam pembahasan,” kata Setia.

Setia mengatakan, Kemenperin akan melakukan pemetaan kebutuhan mesin di berbagai sektor industri. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan jenis mesin dan subsektor yang perlu diprioritaskan.

“Kami diminta untuk melakukan review dan menyiapkan prioritasnya. Yang penting dilakukan audit terlebih dahulu, kemudian kami review untuk menentukan prioritas yang perlu menjadi perhatian,” ujar Setia.

Baca Juga: Impor Jadi Ancaman, Kadin Minta Menperin Baru Perkuat Industri

Penguatan industri permesinan dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan manufaktur domestik dalam memasok kebutuhan mesin dan peralatan industri. Selain mengurangi ketergantungan terhadap produk impor, langkah ini diharapkan meningkatkan pemanfaatan produk industri dalam negeri.

Selain ILMATE, Sarmuji juga menggelar rapat kerja dengan Ditjen Industri Agro. Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan, pihaknya akan mengidentifikasi subsektor agro yang memiliki daya ungkit besar terhadap pertumbuhan industri.

“Dari sektor industri agro, kami akan melihat subsektor mana yang bisa memberikan kontribusi besar, kemudian itu yang kita akselerasi. Jadi, potensi-potensi yang memiliki daya ungkit terhadap pertumbuhan industri akan kita dorong lebih kuat,” ujar Putu.

Tak hanya mengejar sumber pertumbuhan baru, Ditjen Industri Agro juga akan menginventarisasi berbagai persoalan yang masih tertunda atau pending matters. Persoalan yang bisa segera dituntaskan akan diprioritaskan agar tidak menghambat aktivitas maupun ekspansi industri.

“Selain melakukan akselerasi, kami juga melihat berbagai pending matters yang ada. Mana yang bisa segera diselesaikan, akan kita percepat penyelesaiannya. Jadi, arahnya bukan hanya mendorong sumber-sumber pertumbuhan, tetapi juga menyelesaikan persoalan yang masih menjadi hambatan bagi industri,” jelas Putu.

Agenda “belanja masalah” tersebut menjadi langkah awal Sarmuji untuk menyusun prioritas kebijakan di Kemenperin. Persoalan yang menjadi kewenangan Kemenperin akan didorong untuk segera diselesaikan, sementara hambatan lintas sektor akan dikoordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait.

Baca Juga: Gantikan Agus Gumiwang, Menperin Sarmuji Petakan Hambatan Industri Manufaktur

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×