kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

Menperin Ungkap Pemicu PHK Terhadap Ratusan Buruh Garmen di Cimahi, Jabar


Kamis, 06 Agustus 2026 / 17:33 WIB
Menperin Ungkap Pemicu PHK Terhadap Ratusan Buruh Garmen di Cimahi, Jabar
ILUSTRASI. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan PHK terhadap 178 pekerja PT Namnam Fashion Industries di Cimahi, dipicu melemahnya permintaan. (KONTAN/Diki Mardiansyah)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 178 pekerja PT Namnam Fashion Industries di Cimahi, Jawa Barat, dipicu melemahnya permintaan produk perusahaan di pasar ekspor.

Politikus Golkar itu mengatakan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah memantau kondisi perusahaan tersebut. Menurutnya, penurunan permintaan membuat perusahaan harus melakukan penyesuaian kapasitas produksi.

"Jadi mungkin ada kaitannya dengan kemampuan pasar dalam menyerap produk-produk mereka di pasar ekspor. Jadi mereka harus melakukan penyesuaian," ujar Agus di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Ia menjelaskan, PT Namnam Fashion Industries memiliki tiga fasilitas produksi. Saat ini, dua fasilitas produksi dihentikan operasionalnya karena kondisi keuangan perusahaan yang terus memburuk.

Meski demikian, Agus menegaskan perusahaan belum menutup pabrik secara permanen. Satu fasilitas produksi masih tetap beroperasi sehingga pemerintah akan terus memantau perkembangan aktivitas perusahaan.

"Jadi dia menonaktifkan proses produksinya tapi belum ditutup pabriknya. Mereka punya tiga fasilitas produksi, yang dua dinonaktifkan, karena mereka dalam balance sheet-nya itu income-nya terlihat memang terus-menerus declining," katanya.

Agus menambahkan, kasus PHK di PT Namnam Fashion Industries tidak mencerminkan kondisi industri manufaktur secara keseluruhan.

Ia mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan sektor manufaktur masih mencatat pertumbuhan penyerapan tenaga kerja sebesar 0,09% secara tahunan.

Menurut Agus, persentase tersebut memang terlihat kecil, namun secara nominal tetap menunjukkan adanya tambahan tenaga kerja mengingat skala industri manufaktur yang sangat besar.

"0,09 persen mencetak tenaga kerja baru, terlihat dalam presentasinya kecil, tapi harus juga paham bahwa size-nya besar," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×