kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Mentan: Impor komoditas ancam produksi petani


Selasa, 07 Januari 2014 / 12:25 WIB
Mentan: Impor komoditas ancam produksi petani
ILUSTRASI. Ilustrasi scabies


Reporter: Maria Elga Ratri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Menteri Pertanian Suswono mengingatkan, impor komoditas pertanian bisa mengancam peningkatan produksi petani lokal.

"Tekanan impor akan jadi ancaman peningkatan produksi petani kita," katanya saat membuka rapat kerja nasional pembangunan pertanian 2014, hari ini (7/1).

Pernyataan Suswono menyusul keluarnya analisis United States Department of Agriculture (USDA) yang menyatakan ada kenaikan produksi pangan global khususnya beras, kedelai, daging.

Dus, cadangan pangan dunia 2014 diperkirakan relatif aman dan ada harga pangan bisa turun. Suswono menilai, dengan harga komoditas pertanian yang turun, minat impor akan naik.

"Kalau (harga) turun, peluang mendatangkan produk pangan ke negara kita menjadi sangat tinggi," imbuh dia.

Sayangnya, perkara impor tak bisa ditahan seluruhnya, karena Indonesia terikat sistem perdagangan internasional.

Ditambah lagi, tahun ini ekonomi negara-negara mitra dagang Indonesia seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, China, dan India diperkirakan akan mengalami pertumbuhan PDB.

Karena itu, Suswono berharap, jajaran Kementerian Pertanian bekerja keras memacu produksi pangan utama nasional, pengendalian inflasi dari harga pangan serta memacu ekspor pertanian.

Tahun ini, komoditas seperti daging, kedelai dan gula diperkirakan masih memerlukan impor. "Batas impor toleransi 10%. FAO berikan batasan 90% (produksi dalam negeri). Jika bisa mencapai itu ketahanan pangan masih kuat," ujar Suswono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×