kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,46   1,15   0.12%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Menteri ESDM Sebut Dua Blok Migas Ini Menjadi Andalan Produksi Migas Tahun 2023


Sabtu, 04 Februari 2023 / 22:30 WIB
Menteri ESDM Sebut Dua Blok Migas Ini Menjadi Andalan Produksi Migas Tahun 2023


Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional dapat ditopang dari dua wilayah kerja utama di tanah air.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifinn Tasrif mengungkapkan, dua blok migas yang jadi andalan untuk mendongkrak kinerja produksi di tahun ini yakni Blok Rokan dan Blok Cepu.

Arifin menjelaskan, aktivitas pengeboran yang masif di Blok Rokan serta rampungnya Lapangan Kedung Keris berpotensi mendorong produksi migas ke depannya.

"Jadi ada upaya untuk mengoptimalkan dua sumber utama yaitu Rokan dan Cepu. Ini yang menjadi backbone kita," kata Arifin dalam Konferensi Pers Kinerja Sektor ESDM 2022 dan Target 2023, Senin (30/1).

Selain dua blok migas tersebut, produksi dari blok migas lainnya pun diakui turut menjadi perhatian pemerintah.

Baca Juga: Kementerian ESDM: Potensi Gas Bumi Warim Dua Kali Lipat Blok Masela

Arifin menjelaskan, kinerja lifting minyak pada tahun 2022 tercatat lebih rendah dari target yang ditetapkan. Menurut data Kementerian ESDM, lifting minyak pada tahun 2022 sekitar 612 ribu barel oil per day (BOPD). Realisasi ini lebih rendah dari target yang ditetapkan sebesar 703 ribu BOPD.

Tidak tercapainya target lifting pada tahun 2022 lalu, menurut Arifin, dikarenakan terjadinya unplanned shutdown pada sejumlah lapangan migas hingga kendala sumur tua.

"Kinerja sumur-sumur kita ini menunjukkan tren yang menurun karena sudah mature banget dan sudah sangat tua," jelas Arifin.

Selain upaya optimalisasi produksi dari Blok Rokan dan Blok Cepu, Arifin memastikan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk menyiapkan langkah antisipasi.

Pada tahun ini, Kementerian ESDM menetapkan lifting minyak sebesar 660.000 BOPD.

"Kami akan perhatikan dan monitor satu per satu dengan intensif," pungkas Arifin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×