kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Menteri Susi malu, 80% garam berasal dari impor


Minggu, 12 Juni 2016 / 17:20 WIB
Menteri Susi malu, 80% garam berasal dari impor


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KUPANG. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku merasa malu, karena sebagian besar garam masih diimpor. Padahal Indonesia memiliki pantai perpanjang kedua di dunia.

"Masa lautnya terpanjang nomor dua di dunia, kita garamnya 80% impor. Kan sedih, malu," kata Susi ketika mengunjungi pegaraman Desa Bipolo, Kupang, NTT, Minggu (12/6).

Susi lantas mengatakan kepada masyarakat petambak garam di Desa Bipolo untuk bekerja keras meningkatkan produksi garam rakyat.

Soal kualitas, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga berjanji akan memberikan bantuan seperti teknologi membran. Susi juga meminta perusahaan pelat merah khususnya PT Garam (Persero) untuk membantu masalah logistiknya.

"Jadi, bapak-bapak di sini yang akan menutup malunya kita. Malunya pemerintah Indonesia, mudah-mudahan bisa ditolong karena Kupang bisa berproduksi garam bagus, biaya murah," ucap Susi.

Ditemui dalam kesempatan sama, Direktur Utama PT Garam (Persero) Achmad Budiono mengatakan, lahan tambak seluas 400 hektare yang digarap oleh masyarakat setempat dapat menghasilkan sekitar 36.000-40.000 ton per tahun dengan kualitas industri.

"Agustus 2016 mudah-mudahan sudah bisa panen," ucap Achmad. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×