kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.919   49,00   0,27%
  • IDX 5.676   -144,30   -2,48%
  • KOMPAS100 733   -18,90   -2,51%
  • LQ45 559   -13,70   -2,39%
  • ISSI 197   -4,31   -2,14%
  • IDX30 318   -7,50   -2,31%
  • IDXHIDIV20 392   -8,80   -2,19%
  • IDX80 83   -2,19   -2,56%
  • IDXV30 107   -1,90   -1,75%
  • IDXQ30 103   -2,28   -2,17%

Menteri Susi marah di forum bisnis perikanan, "Apa harus kapal asing lagi"?


Senin, 12 Februari 2018 / 11:31 WIB
ILUSTRASI. RAKER EVALUASI KINERJA KKP


Reporter: Abdul Basith | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti marah melihat industri perikanan di Indonesia belum optimal menggarap potensi besar yang ada di depan mata.

Upaya yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk meningkatkan industri perikanan dengan membuat Marine and Fisheries Business and Investment Forum tampaknya belum maksimal. Pelaksanaan forum bisnis itu dilakukan tiap bulan untuk menghidupkan peluang bisnis perikanan.

"Anggaran kami keluarkan untuk meningkatkan industri tetapi saat ini bisnis belum terkoneksi," ujar Susi dalam pembukaan Marine and Fisheries Business and Investment Forum, Senin (12/2).

Penertiban kapal asing yang mengeruk ikan Indonesia dinilai belum dapat dimanfaatkan pengusaha lokal. Susi beranggapan pengusaha lokal belum memulai untuk menggantikan peran kapal asing tersebut.

Melihat itu, Susi mempertanyakan keseriusan industri perikanan dalam meningkatkan pendapatannya. "Apa harus kapal asing lagi?" tanyanya kepada peserta forum bisnis.

Susi bilang, saat ini industri perikanan dunia sedang tumbuh. Hal itu diungkapkan dengan melihat menurunnya pasokan ikan dunia. Peluang tersebut harus dimanfaatkan oleh industri perikanan di Indonesia.

Peluang itu bisa dilihat dari peningkatan ekspor perikanan. Susi bilang, nilai ekspor perikanan Indonesia ke depan dapat mencapai angka US$ 9 miliar sampai US$ 10 miliar dalam satu tahun, tidak lagi sebesar US$ 4,5 miliar seperti realiasi di 2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×