kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.012   -37,00   -0,22%
  • IDX 7.151   102,46   1,45%
  • KOMPAS100 987   15,12   1,56%
  • LQ45 724   8,45   1,18%
  • ISSI 255   4,01   1,60%
  • IDX30 392   3,86   0,99%
  • IDXHIDIV20 488   0,46   0,10%
  • IDX80 111   1,56   1,42%
  • IDXV30 135   -0,06   -0,04%
  • IDXQ30 128   1,13   0,89%

Target produksi perikanan budidaya 2018 sebesar 24,08 juta ton


Kamis, 11 Januari 2018 / 18:18 WIB
ILUSTRASI. KERAMBA JARING APUNG


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) optimistis produksi perikanan budidaya meningkat pada tahun 2018 ini. Menyusul rencana pengembangan sistem Keramba Jaring Apung (KJA) lepas pantai  

"Target produksi perikanan budidaya tahun 2018 sebesar 24,08 juta ton," ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto, Kamis (11/1).

Angka tersebut terdiri dari budidaya perikanan sebesar 7,91 juta ton. Sedangkan 16,17 juta ton sisanya adalah hasil budidaya rumput laut.

Selain adanya KJA lepas pantai, DJPB pun akan mengembangkan usaha budidaya lele dengan sistem bioflok. Sebanyak 150 unit usaha yang tersebar di 18 provinsi.

Target tahun 2018 dinilai lebih tinggi dibandingkan produksi 2017. Produksi perikanan budidaya hingga Oktober 2017 mencapai 16,16 juta ton.

Pencapaian tersebut sudah melampaui total produksi di tahun 2016. Total produksi perikanan budidaya tahun 2016 sebesar 16 juta ton.

Pengembangan sektor budidaya tersebut dinilai menjadi penting. Hal tersebut sejalan dengan saran dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Sebelumnya Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang kelautan dan perikanan, Yugi Prayanto bilang pemerintah perlu mendorong sektor perikanan budidaya. Hal tersebut dikarenakan potensi budidaya masih tinggi.

"Target industri ke depan yg kita harapkan adalah sektor budidaya," jelas Yugi.

Namun, pengembangan budidaya perlu diikuti dengan kebijakan yang mendukung. Yugi menyarankan agar industri dapat disertakan dalam pembuatan kebijakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×