Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produk ayam menjadi tulang punggung bisnis McDonald's Indonesia dengan kontribusi lebih dari 50% terhadap total penjualan perusahaan.
Besarnya kontribusi tersebut mendorong perusahaan terus memperkuat rantai pasok dan standar operasional guna menjaga konsistensi kualitas produk di seluruh jaringan restorannya.
Baca Juga: Multicrane Gandeng Ammann&Sumitomo Dorong Pemakaian Aspal Buton pada Konstruksi Jalan
Associate Director of Marketing McDonald's Indonesia Caroline Kurniadjaja mengatakan, menu ayam telah menjadi kontributor terbesar penjualan sejak pertama kali diperkenalkan pada 1999.
Kehadiran menu tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menyesuaikan produk dengan preferensi konsumen Indonesia.
"Kalau total ayam memang lebih dari 50%," ujar Caroline dalam Exclusive Media Luncheon McDonald's Indonesia di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Caroline menjelaskan, saat pertama kali beroperasi di Indonesia pada 1991, McDonald's hanya menawarkan menu global seperti burger, milkshake, dan pie.
Namun, perusahaan kemudian menghadirkan menu ayam setelah melihat bahwa ayam merupakan sumber protein yang lebih dekat dengan pola konsumsi masyarakat Indonesia.
"Burger bukan makanan yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat Indonesia. Karena itu, kami mengajukan menu ayam agar lebih relevan dengan konsumen Indonesia," katanya.
Baca Juga: GARDA Harap Aturan Titik Jemput Ojol dalam RUU Sistranas Tak Terlalu Kaku
Untuk mendukung bisnis tersebut, McDonald's Indonesia kini mengoperasikan lebih dari 300 restoran dengan standar operasional yang seragam.
Perusahaan juga menempatkan lima hingga enam Chicken Expert Officer (CEO) di setiap restoran untuk memastikan proses pengolahan ayam dilakukan sesuai standar kualitas perusahaan.
Selain itu, McDonald's Indonesia mengandalkan pasokan ayam segar dari peternak lokal yang didistribusikan setiap hari ke restoran.
Resep ayam pun dikembangkan secara khusus di Indonesia agar sesuai dengan cita rasa konsumen domestik.
"Kami ingin pelanggan mendapatkan rasa dan kualitas yang sama, baik saat makan di Jakarta, Depok, Bali, maupun Ambon," ujar Caroline.
Sementara itu, Quality Assurance Manager McDonald's Indonesia Imam Gazali mengatakan, pengendalian mutu menjadi bagian penting dari sistem operasional perusahaan, mulai dari distribusi bahan baku hingga proses penyajian di restoran.
Baca Juga: HKI Bidik Investasi Manufaktur China Masuk Kawasan Industri Madura
Menurutnya, distribusi ayam dilakukan menggunakan kendaraan berpendingin untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan hingga produk diterima di restoran.
"Kami memiliki sistem digital food safety, sehingga suhu selama proses pemasakan dapat dipantau secara digital," kata Imam.
Ia menambahkan, perusahaan juga menerapkan sistem distribusi harian agar ayam tetap dalam kondisi segar saat tiba di restoran. Dengan demikian, kualitas produk dapat dijaga secara konsisten di seluruh jaringan McDonald's Indonesia.
Melalui penguatan rantai pasok, penerapan standar operasional yang seragam, serta sistem pengendalian mutu berbasis digital, McDonald's Indonesia berupaya mempertahankan kualitas produk ayam sebagai kontributor utama penjualan sekaligus memperkuat daya saing di tengah persaingan industri restoran cepat saji yang semakin ketat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
