kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.541   11,00   0,06%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Merck Sharp Dohme (SCPI) perdalam pasar ekspor di 2020


Senin, 09 Maret 2020 / 19:33 WIB
ILUSTRASI. Merck Sharp Dohme Pharma Tbk. Foto: msd-indonesia.com


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo

Di sisi lain, mengutip data yang diolah SCPI, pada 2025 angka prevelensi kanker baru di seluruh dunia akan melebihi 20 juta pertahunnya. Dalam memuluskan rencananya ini, Erwin menjelaskan SCPI telah menyiapkan belanja modal di 2020. Katanya, capex akan lebih besar dibanding tahun lalu untuk memenuhi kebutuhan pengembangan manufaktur. 

Baca Juga: Penjelasan Merck Sharp Dohme (SCPI) soal proses delisting yang tak kunjung usai

Erwin menjelaskan belanja modal untuk meningkatkan resiliensi manufaktur. "Kami  memperbarui sistem-sistem pabrik supaya tetap resilien dari serangan siber yang akan muncul. Ini langkah preventif," ujarnya.  

Jika melansir catatan Kontan sebelumnya, SCPI menyiapkan anggaran belanja modal sebesar US$ 4,3 juta untuk menambah kapasitas produksi. Capex ini untuk mengakomodasi kenaikan permintaan sebesar 50% dari entitas pengendali di Taiwan.

Tak lupa dengan pasar dalam negeri, Erwin menyatakan SCPI telah menyiapkan strategi untuk tetap menjaga penjualan di Indonesia. Katanya Merck Sharp Dohme terus bekerjasama dengan pemerintah dalam meng-edukasi health care profesional dan merilis produk baru di 2020. Produk onkologi SCPI untuk tumor otak dan obat untuk hospital specialty juga sudah masuk program BPJS. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×