kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Merdeka Copper raih pinjaman US$ 130 juta


Jumat, 19 Februari 2016 / 21:33 WIB


Sumber: Antara | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melalui anak usaha, PT Bumi Suksesindo (BSI) memperoleh pinjaman sebesar US$ 130 juta untuk mengembangkan proyek mineral emas dan perak di wilayah Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timur.

Menurut keterangan tertulis dari Presiden Direktur Merdeka Chopper Adi Adriansyah Sjoekri menuturkan pinjaman tersebut berasal dari sindikasi tiga bank, yaitu BNP Paribas (cabang Singapura), Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (cabang Jakarta) dan Societe Generale Asia Limited (cabang Hongkong).

“Kesepakatan itu diperoleh Merdeka setelah tiga bank internasional tersebut melakukan uji kelayakan secara mendalam dan menyeluruh terhadap proyek ini,” kata Adi, Jumat (19/2).

Adapun penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan pada hari ini, Jumat (19/2) di Jakarta. Pinjaman itu merupakan fasilitas pinjaman senior, dengan perincian sebagai berikut.

Pertama, pinjaman sebesar US$ 110 juta untuk mendanai proyek pembangunan. Kedua, US$ 10 juta untuk mendanai pembayaran pajak pertambahan nilai terkait dengan pendanaan yang telah diperhitungkan dalam proyek ini.

Ketiga, US$ 10 juta  untuk mendanai 50 persen dari setiap biaya yang melebihi anggaran awal proyek yang dialokasikan pada fasilitas pinjaman US$ 110 juta, sementara sisa dari 50% nya akan dibiayai oleh pihak Merdeka.

Sindikasi pemberi pinjaman tersebut memperoleh agunan peringkat pertama dari aset dalam proyek tersebut serta semua pinjaman pemegang saham ke BSI, baik yang ada sekarang maupun yang akan diperoleh di masa yang akan datang.

PT BSI sendiri telah memulai pembangunan proyek pada Juni 2015 dan dijadwalkan untuk bisa memperoleh produksi emas pertama pada kuartal terakhir pada 2016.

“Kami berharap kehadiran BSI di Tujuh Bukit dapat memberikan nilai tambah yang optimal bagi shareholders dan stakehoders. Kami juga ingin bekerjasama dengan para mitra terpercaya dalam mengembangkan proyek ini,” tutur Adi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×