kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45678,30   -12,83   -1.86%
  • EMAS911.000 -1,41%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

METI minta pembahasan RUU EBT fokus pada energi yang benar-Benar terbarukan


Kamis, 13 Februari 2020 / 17:23 WIB
METI minta pembahasan RUU EBT fokus pada energi yang benar-Benar terbarukan
ILUSTRASI. Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) minta pembahasan RUU EBT fokus pada energi yang benar-Benar terbarukan. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/foc/17.

Reporter: Dimas Andi | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Desakan untuk mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan (EBT) disuarakan oleh beberapa pihak, salah satunya adalah Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI).

Ketua Umum METI Surya Darma mengatakan, pembahasan UU EBT perlu segera dilakukan untuk memastikan adanya payung hukum yang komprehensif dalam pengembangan EBT di Indonesia.

Baca Juga: Ini poin-poin yang perlu dibahas dalam RUU Energi Baru Terbarukan

Namun, ia menyarankan supaya RUU tersebut fokus pada energi terbarukan. Alhasil, judul yang tepat adalah RUU energi terbarukan. Energi terbarukan di sini meliputi tenaga surya, air, angin, bioenergi, atau panas bumi.

“RUU ini mesti difokuskan pada energi terbarukan supaya selaras dengan pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan di Indonesia,” terang dia, Kamis (13/2).

Di sisi lain, jika terminologi energi baru turut dimasukkan dalam RUU tersebut, maka beleid ini juga akan mengatur pemanfaatan energi yang bersumber dari nuklir, hidrogen, hingga gasifikasi batubara.

Surya Darma menilai, apabila hal itu terjadi, beleid tersebut justru masih mengakomodasi penggunaan energi yang berasal dari fosil.

Baca Juga: Holding BUMN Pertahanan masih menunggu arahan menteri BUMN Erick Thohir




TERBARU

Close [X]
×