kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Metrodata (MTDL): AI dan Cloud Bakal Pacu Pertumbuhan Bisnis Cybersecurity


Jumat, 17 Juli 2026 / 18:15 WIB
Metrodata (MTDL): AI dan Cloud Bakal Pacu Pertumbuhan Bisnis Cybersecurity
ILUSTRASI. Cybersecurity (Freepik/Freepik)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Adopsi teknologi artificial intelligence (AI) dan komputasi awan (cloud) yang semakin masif diperkirakan akan menjadi katalis pertumbuhan bisnis keamanan siber (cybersecurity) di Indonesia.

Seiring meningkatnya transformasi digital, perusahaan dinilai membutuhkan sistem keamanan yang lebih kuat untuk melindungi data dan infrastruktur digital dari ancaman siber yang kian kompleks.

Baca Juga: iCAR V23 Pimpin Penjualan SUV Listrik Boxy di Asia Tenggara pada Juni 2026

Direktur PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) Randy Kartadinata mengatakan, kebutuhan terhadap layanan AI, cloud, dan cybersecurity kini semakin saling berkaitan.

Semakin banyak institusi yang memindahkan penyimpanan data dari infrastruktur fisik ke platform digital dan cloud, semakin besar pula kebutuhan akan perlindungan data.

"MTDL melihat keamanan siber, AI, dan cloud sebagai layanan yang beriringan. Cybersecurity akan banyak terdampak dengan meningkatnya kebutuhan pelanggan terhadap layanan cloud maupun AI," ujar Randy kepada Kontan.co.id, Jumat (17/7/2026).

Menurut Randy, data yang tersimpan di cloud membutuhkan sistem keamanan yang mampu melindungi dari ancaman peretasan, malware, hingga berbagai bentuk serangan siber lainnya.

Karena itu, permintaan terhadap solusi keamanan digital diperkirakan akan terus meningkat seiring percepatan digitalisasi di berbagai sektor.

Baca Juga: Kemendag: Produk Hilir Sawit Lebih Tangguh Hadapi Aturan Baru Uni Eropa

Optimisme tersebut mulai tercermin pada kinerja perseroan. Pada kuartal I-2026, order booking bisnis cybersecurity Metrodata tumbuh 36% secara tahunan (year on year/YoY).

Lini bisnis ini berkontribusi sekitar 6% terhadap total order booking unit bisnis solusi dan konsultasi perseroan.

Randy menilai pasar keamanan siber di Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.

Menurutnya, banyak organisasi masih berada pada tahap awal transformasi digital sehingga kebutuhan terhadap perlindungan data diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Selain digitalisasi yang semakin luas, meningkatnya kompleksitas ancaman siber juga menjadi pendorong utama permintaan solusi keamanan digital.

Baca Juga: Listrik Desa Dikebut, Pemerintah Siapkan Dana Rp10,3 Triliun

Perusahaan kini semakin menyadari bahwa keamanan siber bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan investasi strategis untuk menjaga keberlangsungan operasional dan melindungi aset digital.

Ke depan, Metrodata memperkirakan adopsi AI, cloud, serta penguatan regulasi terkait keamanan informasi akan semakin memperbesar peluang pertumbuhan bisnis cybersecurity di Indonesia.

Perseroan meyakini ketiga tren tersebut akan berjalan beriringan dan menjadi salah satu pendorong utama permintaan layanan teknologi informasi dalam jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×