kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 18.010   3,00   0,02%
  • IDX 6.142   33,77   0,55%
  • KOMPAS100 810   8,96   1,12%
  • LQ45 618   9,83   1,62%
  • ISSI 211   -0,32   -0,15%
  • IDX30 350   6,27   1,83%
  • IDXHIDIV20 437   8,24   1,92%
  • IDX80 93   1,12   1,22%
  • IDXV30 118   0,75   0,64%
  • IDXQ30 113   2,28   2,06%

Penjualan Mobil Membaik, Dharma Polimetal (DRMA) Optimistis Kinerja Tumbuh


Jumat, 17 Juli 2026 / 11:06 WIB
Penjualan Mobil Membaik, Dharma Polimetal (DRMA) Optimistis Kinerja Tumbuh
ILUSTRASI. Dharma Polimetal (DRMA) Tampikan Inovasi Teknologi Energi Terbarukan di GIIAS 2025 (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren pemulihan penjualan mobil nasional menjadi angin segar bagi industri komponen otomotif. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) pun optimistis momentum tersebut akan mendorong permintaan komponen kendaraan dan menopang pertumbuhan bisnis perusahaan hingga akhir tahun 2026.

Presiden Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso mengungkapkan, penjualan kendaraan roda empat secara wholesales hingga Juni 2026 mencapai sekitar 437.000 unit atau naik 15,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hingga akhir tahun, penjualan mobil nasional diproyeksikan mencapai sekitar 850.000 unit, lebih tinggi dibandingkan realisasi sekitar 800.000 unit pada 2025.

Menurutnya, kenaikan penjualan kendaraan akan berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan komponen otomotif seiring bertambahnya volume produksi produsen kendaraan.

Baca Juga: Konsumsi Pertamax - Dex Anjlok, Proporsi Penggunaan Pertalite Naik ke 80%, Solar 94%

"Dengan kondisi tersebut, DRMA tetap optimistis terhadap prospek bisnis hingga akhir tahun. Peningkatan permintaan kendaraan diharapkan turut mendorong kebutuhan komponen otomotif," ujar Irianto kepada Kontan, Jumat (17/7/2026).

Sebagai pemasok komponen bagi berbagai merek otomotif, DRMA menilai tren tersebut membuka peluang untuk meningkatkan volume produksi dan penjualan. Meski demikian, realisasi permintaan tetap bergantung pada tingkat produksi masing-masing pelanggan serta komposisi model kendaraan yang diproduksi.

Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan, perusahaan terus menjaga fleksibilitas kapasitas produksi, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat kolaborasi dengan pelanggan agar mampu memenuhi kebutuhan pasar secara optimal.

Selain mengandalkan pertumbuhan pasar otomotif konvensional, DRMA juga menyiapkan sejumlah strategi untuk menopang kinerja. Perusahaan fokus meningkatkan efisiensi produksi, mengoptimalkan pembiayaan, serta mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Di sisi lain, implementasi prinsip environmental, social, and governance (ESG) juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi penggunaan material, pengurangan konsumsi air, dan efisiensi energi di proses produksi guna meningkatkan daya saing sekaligus menekan biaya operasional.

Baca Juga: Pupuk Kaltim Catat Produksi 3,44 Juta Ton di Sepanjang Semester I-2026

Tak hanya itu, DRMA juga melihat peluang pertumbuhan dari berkembangnya ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Meski saat ini pasar EV di Indonesia masih didominasi kendaraan impor atau completely built up (CBU), perusahaan menilai meningkatnya investasi manufaktur EV di dalam negeri akan mendorong kebutuhan komponen lokal pada masa mendatang.

Untuk menangkap peluang tersebut, DRMA telah melakukan diversifikasi bisnis dengan membangun ekosistem kendaraan listrik yang lebih terintegrasi. Perusahaan mengembangkan berbagai produk pendukung, mulai dari EV charging station, auxiliary battery hingga Battery Energy Storage System (BESS).

"Ke depan, DRMA akan terus berinovasi dan mengembangkan portofolio produk sesuai dengan kebutuhan pasar serta perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia," tutup Irianto. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×