kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Metropolitan Land baru serap belanja modal Rp 259 miliar


Rabu, 18 September 2019 / 18:19 WIB

Metropolitan Land baru serap belanja modal Rp 259 miliar
ILUSTRASI. Groundbreaking Hotel Horison Ultima Kertajati

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Metropolitan Land Tbk baru serap belanja modal 37% hingga Agustus. Adapun serapan tersebut untuk pembangunan infrastruktur dan beberapa proyek propertinya.

Olivia Surodjo, Direktur Metropolitan Land memaparkan serapan belanja modal hingg Agustus guna proyek Kaliana, Royal Venue Ubud, dan groundbreaking Hotel Horison Ultima, Kertajati. "Total serapan belanja modal Rp 259 miliar," ujarnya di Jakarta, Rabu (18/9).

Baca Juga: Portofolio hotel kelolaan anak usaha Metropolitan Land (MTLA) terus bertambah

Selain itu, pihaknya juga menyisihkan Rp 200 miliar dari total belanja modal Rp 700 miliar untuk pembebasan lahan. Adapun hingga kini dana tersebut baru terealisasi Rp 55 miliar.

Sedangkan, sisanya Olivia menyebutkan akan digunakan untuk proyek-proyek yang sedang berjalan seperti salah satunya proyek Apartemen Kaliana. Menurutnya, proyek tersebut akan menyerap belanja modal cukup signifikan lantaran akhir tahun nanti sudah 'hand over'.

Adapun, proyek berjalan lainnya yakni Royal Venue Ubud. Anhar Sudrajat, Wakil Direktur Utama Metropolitan Land menambahkan, untuk proyek tersebut tahap investasinya sendiri ada dalam dua tahap. "Saat ini 23 unit villa dari 62 villa, total investasinya Rp 200 miliar," tambahnya.

Baca Juga: Bangun hotel baru, Metropolitan Land (MTLA) gelontorkan investasi Rp 110 miliar

Kemudian, untuk landbank sendiri, Olivia bilang pihaknya juga akan terus menggenjot penambahan landbank di semester II ini. Sayang, detilnya tidak diungkapnya.

Yang jelas, untuk landbank saat ini pihaknya memiliki sekitar 800 ha. Dari sana, terbaru pembebasan lahan di Kertajati untuk hotelnya dan proyek lanjutannya seluas 200 ha.

Selain itu, juga pihaknya telah membebaskan beberapa lahan di Gorontalo untuk proyek mixed used. Sedangkan, lahan terbesar berada di Cibitung yang mencapai 440 ha yang mana belum semuanya dibebaskan.


Reporter: Sugeng Adji Soenarso
Editor: Azis Husaini

Video Pilihan


Close [X]
×