CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Minyak Reli Terus, Harga Pertamax Bisa Tembus Hingga ke Rp 20.000


Sabtu, 12 September 2026 / 13:58 WIB
Minyak Reli Terus, Harga Pertamax Bisa Tembus Hingga ke Rp 20.000
ILUSTRASI. Pertamina Patra Energi mengungkap potensi harga Pertamax yang bisa berada di kisaram Rp 18.000 hingga Rp 20.000 per liter saat harga minyak reli (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - BANTUL. PT Pertamina Patra Niaga mengungkapkan potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) seperti Pertamax bisa berada di kisaran Rp 18.000 hingga Rp 20.000 per liter. Hal tersebut seiring dengan reli harga minyak mentah acuan.

Jumat (11/9/2026), harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman November 2026 ditutup melemah US$ 3,02 atau 2,81% ke US$ 104,61 per barel.

Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Oktober 2026 ditutup melemah US$ 2,43 atau 2,37% menjadi US$ 100,05 per barel.

Kedua minyak mentah acuan tersebut berhasil bertengger di level US$ 100 per barel untuk kali pertama sejak Mei 2026.

Baca Juga: AREBI Banten Gandeng CIMB Niaga Syariah Dorong Ekosistem Properti Profesional

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto menjelaskan, kondisi geopolitik saat ini menjadi pemicu tingginya harga minyak. Jika dibandingkan, ia menilai perang Timur Tengah dan ketegangan di Selat Hormuz saat ini memiliki efek yang lebih parah dibandingkan perang Ukraina-Rusia.

"Dulu waktu perang Ukraina-Rusia tidak separah ini. Dengan adanya perang di Timur Tengah, ternyata dampaknya secara global, selain ketersediaan energi di dunia, juga terhadap harga yang saat ini belum stabil ya," kata Eko dalam temu media di Terminal BBM Rewulu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).

Ia mengungkapkan hal ini turut berdampak pada peningkatan harga BBM. Bahkan, terdapat potensi harga Pertamax mencapai Rp 20.000 per liter apabila ketegangan geopolitik tak  mereda dan minyak global tak kunjung kembali ke level US$ 60-US$ 70 per barel.

"Harga Pertamax, Dex, dan lain-lain itu akan di kisaran antara di angka Rp 18.000 sampai Rp 20.000 karena belum ada indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia," jelas Eko.

Baca Juga: Penjualan Mobil Astra (ASII) Melesat 20,5%: Capai 36.824 Unit di Agustus 2026

Meski demikian, Eko berharap harga minyak global bisa kembali ke level US$ 60-US$ 70 per barel agar harga BBM juga tak terus mendaki.

"Jadi kalau berharap turun ke US$ 70 per barel atau US$ 60 dolar per barel seperti sebelum terjadinya krisis geopolitik, ya kita doakan semoga itu bisa terjadi dalam waktu segera," imbuh dia.

Asal tahu saja, saat ini harga Pertamax masih berada di level Rp 15.950 per liter untuk wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×