CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Harga Minyak Dunia Melonjak, Harga Pertamax Bisa Tembus ke Rp 20.000


Jumat, 11 September 2026 / 16:32 WIB
Harga Minyak Dunia Melonjak, Harga Pertamax Bisa Tembus ke Rp 20.000
ILUSTRASI. Harga minyak mentah acuan yang tembus ke atas US$ 100 per barel membuat harga Pertamax bisa tembus hingga Rp 20.000 per liter (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - BANTUL. PT Pertamina Patra Niaga mencermati potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) saat harga minyak acuan tembus ke atas US$ 100 per barel. Anak usaha Pertamina ini pun memproyeksi harga Pertamax bisa berada di level Rp 18.000 hingga Rp 20.000 per liter.

Memang, mengacu Trading Economics, hingga Jumat (11/9/2026) pukul 16.15 WIB, harga minyak mentah jenis WTI sudah tembus US$ 100,40 per barel atau sudah meningkat 20,42% secara bulanan. Sedangkan, harga minyak mentah jenis Brent berada di posisi US$ 104,91 per barel atau naik 17,96% dalam sebulan.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto menjelaskan, kondisi geopolitik saat ini menjadi pemicu tingginya harga minyak. Jika dibandingkan, ia bilang, perang Timur Tengah dan ketegangan di Selat Hormuz saat ini memiliki efek yang lebih parah dibandingkan perang Ukraina-Rusia.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik, Ini Dampaknya Terhadap Operasional Tambang dan Ekonomi RI

"Dulu waktu perang Ukraina-Rusia tidak separah ini. Dengan adanya perang di Timur Tengah, ternyata dampaknya secara global, selain ketersediaan energi di dunia, juga terhadap harga yang saat ini belum stabil ya," kata Eko dalam temu media di Terminal BBM Rewulu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).

Ia mengungkapkan, hal ini turut berdampak pada peningkatan harga BBM. Bahkan, terdapat potensi harga Pertamax mencapai Rp 20.000 per liter apabila ketegangan geopolitik tak mereda dan minyak global tak kunjung kembali ke level US$ 60 - US$ 70 per barel.

"Harga Pertamax, Dex, dan lain-lain itu akan berkisaran antara di angka Rp 18.000 sampai Rp 20.000 karena belum ada indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia," jelas Eko.

Meski demikian, Eko berharap harga minyak global bisa kembali ke level US$ 60-US$ 70 per barel agar harga BBM juga tak terus mendaki.

"Jadi kalau berharap turun ke US$ 70 per barel atau US$ 60 dolar per barel seperti sebelum terjadinya krisis geopolitik, ya kita doakan semoga itu bisa terjadi dalam waktu segera," imbuh dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×