kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Mittal Masuk Indonesia Setelah Posco-KS Berjalan


Selasa, 10 Agustus 2010 / 07:52 WIB


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. Rencana produsen baja terbesar di dunia ArcelorMittal untuk mendirikan pabrik baja di Indonesia terus bergulir. Maklum, peluang investasi baja di Indonesia masih terbuka.

Menteri Perindustrian MS Hidayat menegaskan, Mittal memang akan masuk ke Indonesia. "Tapi menunggu realisasi proyek KS - Posco berjalan,"ujarnya Senin (9/8).

Hidayat mempersilakan Mittal untuk mulai pembangunan fisiknya. Hitung punya hitung, nilai investasi yang akan digelontorkan oleh Mittal juga hampir sama dengan nilai investasi proyek KS Posco sebesar US$ 6 miliar.

Seperti diketahui, ArcelorMittal berencana membangun pabrik baja berkapasita 2,5 juta ton. Nilai investasi yang akan digelontorkan untuk proyek ini sekitar US$ 5 miliar. Dalam investasi ini, Mittal akan menggandeng perusahaan milik pemerintah daerah Banten yaitu Banten Global Development (BGD) sebagai mitranya.

Sebelumnya Direktur Banten Global Development Rudi Radjab mengatakan Mittal dan BGD telah menandatangani kesepakatan kerjasama untuk mendirikan perusahan patungan (joint venture) pada Desember 2009 lalu. Saat ini pihak Mittal tengah menyelesaikan studi kelayakan untuk proyek ini.jika tidak ada halangan, pembentukan JV antara BGD dengan Mittal baru bisa terlaksana pada akhir Agustus atau awal September nanti.

Dalam perusahaan patungan antara Mittal dan BDG ini, nantinya Mittal akan menguasai saham sekitar 80% - 90%. Sedangkan BDG memiliki porsi saham sekitar 10% - 20%.Rencananya, pembangunan pabrik baja Mittal akan dimulai paling lambat akhir 2011. Pembangunan pabrik tersebut memerlukan waktu dua tahun sehingga baru mulai beroperasi 2013.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×