Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Moody’s menegaskan peringkat Hutama Karya (HK) pada level Baa3 untuk issuer rating, Baa2 untuk obligasi senior yang dijamin pemerintah, serta (P)Baa2 untuk MTN Program yang dijamin. Moody’s juga mempertahankan Baseline Credit Assessment (BCA) HK di level b1.
Namun, outlook untuk obligasi senior dan MTN program direvisi menjadi negatif dari sebelumnya stabil, seiring outlook negatif peringkat utang Pemerintah Indonesia. Sementara itu, outlook peringkat issuer HK tetap stabil, dengan stabil yang menandakan adanya beberapa outlook berbeda pada instrumen yang sama.
Moody’s menjelaskan perubahan outlook ini terutama disebabkan oleh risiko terhadap kredibilitas kebijakan pemerintah Indonesia, yang terlihat dari kebijakan yang kurang konsisten dan komunikasi kebijakan yang kurang efektif dalam setahun terakhir. Jika berlanjut, hal ini bisa mengurangi kepercayaan terhadap kebijakan ekonomi Indonesia yang selama ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi dan stabilitas fiskal.
Baca Juga: Moody's Revisi Outlook Pelindo, Kinerja Positif Tapi Ketergantungan Pemerintah Tinggi
Hutama Karya memiliki peran strategis karena menjadi satu-satunya konsesi pelaksana Proyek Jalan Tol Trans-Sumatra (TSTR). Dalam analisis Moody’s, perusahaan ini sangat tergantung pada pemerintah. Pasalnya HK, mendapatkan “uplift” atau tambahan peringkat karena kemungkinan dukungan luar biasa dari pemerintah sangat tinggi jika dibutuhkan.
Kesehatan keuangan Hutama Karya di level b1 menggambarkan kekuatan kredit perusahaan secara mandiri, tanpa bantuan pemerintah. Peringkat issuer HK di level Baa3 sudah termasuk empat tingkat “uplift” karena peran strategisnya dan kemungkinan dukungan pemerintah.
Outlook stabil pada issuer rating mencerminkan harapan Moody’s bahwa Hutama Karya akan terus memegang peran penting dalam pembangunan infrastruktur dan sektor jalan tol dalam 12–18 bulan ke depan.
Sementara itu, peringkat Baa2 untuk obligasi dan MTN program mencerminkan jaminan pemerintah yang tak dapat dibatalkan. Outlook negatif pada obligasi ini mencerminkan outlook negatif pemerintah.
Peringkat Hutama Karya di level b1 mencerminkan kesehatan finansial jika berdiri sendiri, tanpa bantuan pemerintah setelah mempertimbangkan syarat konsesi yang wajar dan regulasi Indonesia yang terus berkembang.
Hutama Karya menurut Moody’s memiliki eksposur bisnis konstruksi non-tol, yang lebih berisiko dan siklikal dan ketidakpastian terkait konsolidasi perusahaan BUMN konstruksi dan jalan tol
Moody’s memperkirakan rasio funds from operations (FFO)/utang HK berada di 5%–7% dalam 1–2 tahun ke depan, didukung oleh arus kas operasi dari tol serta utang dan bunga yang lebih rendah. Namun, proyeksi ini bergantung pada strategi pembangunan dan pendanaan TSTR.
Baca Juga: Antrean di Pelabuhan Tekan Kinerja Logistik, Pengusaha Desak Evaluasi Menyeluruh
Kenaikan peringkat dapat terjadi jika dukungan pemerintah semakin kuat dan Hutama Karya menyelesaikan proyek Trans-Sumatra dengan disiplin investasi dan profil keuangan membaik
Tapi penurunan peringkat dapat terjadi jika hubungan Hutama Karya dengan pemerintah melemah. Selain itu, ada keraguan terhadap efektivitas jaminan pemerintah. Kinerja keuangan memburuk karena proyek molor atau segmen konstruksi non-tol melemah
Peringkat obligasi dan MTN program juga bisa turun jika peringkat utang pemerintah diturunkan.
Selanjutnya: KPK Tetapkan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok sebagai Tersangka
Menarik Dibaca: Hasil BATC 2026 : Menang dari Thailand, Tim Putra Indonesia Melaju ke Semi Final
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













