kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Mothercare gulung tikar di Inggris, apa kata Aprindo soal nasib industri ritel?


Jumat, 17 Januari 2020 / 23:14 WIB
Mothercare gulung tikar di Inggris, apa kata Aprindo soal nasib industri ritel?
ILUSTRASI. Gerai pakaian dan perlengkapan anak dan bayi, Mothercare dari Kanmo Retail Group (KRG) is part of the larger K.Aloomall Group established in Indonesia in the 1940s.

Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Brand internasional diproyesikan kian berkembang di Indonesia. Hal tersebut tak lepas dari gaya hidup masyarakat Indonesia yang cenderung mengadopsi budaya barat.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Mandey menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki karakteristik 'branded style'. Karenanya, penutupan gerai Mothercare di Inggris tak akan mempengaruhi nama brand tersebut di Indonesia.

"Kalau sudah dibalut dengan brand luar itu masih fenomenal bagi masyarakat, artinya karekteristik masyarakat Indonesia memang melihat brand luar negeri sangat 'wah' walaupun mereka mungkin tak mengikuti tren di pusat yang seluruh tokonya tutup," ujarnya kepada kontan.co.id, Jumat (17/1).

Baca Juga: Gerai Mothercare Inggris tutup, bagaimana nasib bisnis di Indonesia?

Sekadar informasi, hal tersebut berangkat dari penutupan 79 gerai Mothercare di Inggris. Menurutnya, penutupan gerai tersebut lantaran kalah bersaing dengan brand lain dari Eropa dan Asia yang masuk dengan harga yang lebih murah.

Mother Care sendiri membuka gerai di Indonesia yang dioperasikan oleh Kanmo Group. Roy menyebutkan, penutupan gerai tersebut tak akan berdampak pada Mohtercare di Indonesia lantaran perusahaan membeli nama brand tersebut dengan sistem putus.

Bahkan Roy bilang Kanmo Group akan membuka 5 gerai baru di tahun ini. Adapun saat ini brand Mother Care Indonesia tersebar di 16 kota dengan total 47 gerai.

Dirinya menyebutkan untuk industri ritel di Indonesia sendiri masih memiliki potensi yang cemerlang, khususnya untuk brand luar negeri. Ia melanjutkan, hal tersebut berangkat dari karakter masyarakat Indonesia yang branded style.

"Jadi masih bagus potensinya, terlebih brand luar negeri tersebut bisa didapatkan dengan harga Indonesia," tutupnya.




TERBARU

Close [X]
×