Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) akan mengoptimalkan segmen baby care sebagai pendorong kinerja utama pada 2026. MMIX menargetkan segmen ini bisa bertumbuh 8% hingga 11% dibandingkan tahun lalu.
Memang, fokus ke segmen baby care dilakukan MMIX lantaran melihat kontribusinya yang signifikan ke pendapatan perseroan pada 2025, khususnya produk popok bayi.
Walaupun begitu, MMIX juga akan tetap melakukan diversifikasi produk secara selektif di kategori personal care dan adult care. MMIX pun membidik segmen personal care & beauty bisa meningkat sebesar 9% sampai 12% pada 2026.
Direktur Utama Multi Medika Internasional Mengky Mangarek mengatakan, kontribusi kategori produk mom & baby (ibu dan anak) tahun ini diperkirakan tetap dominan, yakni sekitar 40–50% dari total pendapatan MMIX di 2026.
"Proyeksi ini didukung oleh peningkatan produktivitas pabrik popok bayi dan dewasa," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (24/1/2026).
Baca Juga: Asosiasi Keberatan Pemerintah Pangkas Kuota Impor Daging Sapi Perusahaan Swasta
Sementara itu, lini tisu basah dan produk hygiene diperkirakan berkontribusi 15%–20% terhadap pendapatan 2026, seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk kebersihan dan kebutuhan harian.
Mengky optimistis dapat menumbuhkan kinerja yang terkontrol, sejalan dengan industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG) Indonesia yang diproyeksikan tumbuh 6%–9% secara tahunan di 2026.
Ia menambahkan, MMIX menyadari adanya pergeseran perilaku konsumen sepanjang 2023-2025. Di mana, konsumen khususnya Gen Z dan Alpha, berperan sebagai pembeli dengan keterbukaan akses informasi yang luas dan mandiri.
"Konsumen menjadi lebih rasional dan berorientasi pada value, dengan preferensi yang meningkat terhadap produk praktis dan multifungsi," ujarnya.
Maka itu, MMIX mencermati fleksibilitas kemasan, baik dalam bentuk pack kecil maupun besar, menjadi semakin relevan untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Di sisi lain, dominasi kanal digital dan pendekatan omnichannel juga disebut memperkuat perubahan pola belanja.
"Hal ini mendorong MMIX untuk menyesuaikan strategi produk FMCG 2026 agar lebih adaptif dan transparan," ujar Mengky.
Baca Juga: Vale (INCO) Ungkap Alasan Hanya Fokus Ekspansi Smelter Nikel HPAL
Untuk diketahui, hingga kuartal III-2025, pendapatan MMIX tumbuh 85% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 137,9 miliar. Pada periode yang sama, perseroan membalikkan rugi Rp 18,5 miliar menjadi laba sebesar Rp 2,1 miliar.
Menurut Mengky, capaian ini turut didorong penerapan efisiensi biaya produksi, logistik, dan operasional secara menyeluruh, perbaikan bauran produk yang lebih sehat, strategi pengelolaan persediaan yang lebih disiplin, hingga penguatan jaringan distribusi serta penetrasi pasar.
Selanjutnya: Bareskrim Sita Barang Bukti Fisik dan Elektronik dari Penggeledahan Kantor DSI
Menarik Dibaca: 9 Manfaat Rutin Makan Buah Pepaya bagi Kesehatan Tubuh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













